PENGETAHUAN AKAN KEBENARAN

(THE KNOWLEDGE OF THE TRUTH)

 

Dr. W. A. Criswell

 

1 Timotius 2:1-7

6-29-58

 

 

Sekarang, marilah kita membaca di dalam teks itu. Teks itu berada di dalam kitab 1 Timotius, pasal yang kedua, dari tujuh ayatnya yang pertama. 1 Timotius – hampir sampai di penghujung kitab Perjanjian Baru saudara-saudara – 1 Timotius, pasal yang kedua, dari ayat yang pertama sampai dengan yang ketujuh, dan nats itu akan berada di dalam ayatnya yang keempat. Kitab 1 Timotius, pasal yang kedua, ayat 1 sampai dengan 7 – sekarang kita telah melihatnya, marilah kita membacanya bersama-sama. Kitab  1 Timotius 2:1-7: Demikianlah:

 

Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

Untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.

Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,

Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua umat manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.

Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul – yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta – dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran

 

Dan sekarang, nats kita adalah dari ayat yang keempat: “Allah, Juruselamat kita, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”

 

Ayat itu merupakan ayat yang paling luar biasa. Kenyataannya, saya mulai melihat di dalam surat-surat kecil ini yang dimiliki Paulus, di sini dan di sana, beberapa nats yang sangat dahsyat di dalam Alkitab. Ayat berikutnya ini adalah salah satunya. Kita akan belajar akan hal tersebut di hari Minggu pagi yang akan datang: “Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.” Kemudian nats untuk malam ini, ayatnya hanya berada di atas ayat tersebut: “Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” Kita akan membahas, walau hanya sebentar saja, teks itu secara keseluruhan, sebelum kita melihatnya dengan teliti.

 

Apabila kehendak Tuhan semua orang akan diselamatkan, mengapa tidak semua orang itu diselamatkan? “Allah, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan …” Dengan jelas, kata “menghendaki” di sana - “Allah, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan” – dengan jelas bukanlah berarti sebuah surat keputusan, kalau tidak tangan Mahakuasa Allah akan menyelamatkan semua orang. Tetapi kita tahu bahwa tidak semua orang akan akan diselamatkan. Di sana ada neraka di mana ada mereka yang sedang menangis dan di dalam kegelapan serta di dalam kertakan gigi. Apabila ada domba di tangan sebelah kanan, maka akan ada kambing di tangan sebelah kiri. Jika terdapat bulir gandum keemasan yang dikumpulkan ke dalam penyimpanan, maka akan ada jerami yang akan dibakar di dalam api yang tak terpadamkan. Apabila terdapat bulir padi, gandum yang dijaga dengan hati-hati, maka akan terdapat sekam, kulit ari, serta dedak yang terang ditiup angin. Keduanya ada di dalam hidup ini, dan keduanya berada di dalam Alkitab. Apabila terdapat surga yang megah, maka terdapat pula neraka yang seram dan mengerikan.

 

Tidak semua orang akan diselamatkan. Walaupun dikatakan di sini “Allah menghendaki supaya semua orang diselamatkan.” Dengan jelas, kekuatan dari kata “menghendaki” itu tidak membawa serta surat keputusan, sebuah dekrit dan perintah dari kemahakuasaan. Jadi, ketika saudara-saudara melihat kepada kata itu dengan menggunakan bahasa Yunani, thĕlei, kata itu berarti “menghendaki.” Akan tetapi ada beberapa pengertian lain dari padanya, pengertian-pengertian bayangan. Ketika saudara-saudara melihat kata itu di dalam kamus, pengertian yang pertama akan menjadi “sebuah keinginan”, sebuah “pilihan”  sebuah “kesenangan.” Maka, jika kita dapat mengatakan apa yang dimaksud dengan teks tersebut: “Tuhan merasa senang di dalam keselamatan setiap orang.” “Dia mengharapkan keselamatan dari semua orang.” “Dia memilih keselamatan dari semua orang.”

 

“Ketika Aku Hidup” demikian kata Tuhan, “Aku tidak mendapatkan kesenangan di dalam kematian dari orang-orang yang jahat. Akan tetapi orang-orang jahat akan berpaling dari jalannya dan pergi; mengubah engkau, karena mengapa engkau akan mati? Adalah menjadi keinginan kita bahwa semua orang akan diselamatkan. Merupakan keinginan gereja juga. Adalah keinginan dari setiap orang Kristen bahwa setiap orang akan diselamatkan. Tidak ada orang Kristen yang memiliki pemikiran-benar yang akan bersuka cita di dalam tangisan serta ratapan dari orang-orang yang kena hukuman. Tetapi hal itu tidak menyelesaikan persoalan tersebut. Jika Allah berkeinginan semua orang akan diselamatkan, jika saja Dia akan merasa senang di dalam kebangkitan dari semua orang kemudian sekali lagi, mengapa tangan Tuhan yang Mahakuasa itu akan menyelamatkan semua orang?

 

Baiklah, yang pertama sebuah rahasia yang tidak dapat dimengerti ke dalam mana kita tidak dapat masuki: Rahasia kejahatan. Iblis telah berada di bumi ini sebelum manusia diciptakan. Iblis telah ada di jagad raya ini sebelum Tuhan Allah meletakkan pondasi dari dunia ini. Ketika Iblis masuk ke dalam Taman Eden, dari mana datangnya Iblis itu? Dia berada di sana, dia ada di luar dan dia ada sebelumnya.

 

Rahasia kejahatan, tidak seorangpun yang tahu, paling tidak, saya. Saya tidak dapat memahami. Saya tidak melihat. Tidak ada manusia yang hidup yang memahami atau melihat, dan hal tersebut tidak dinyatakan di dalam firman Tuhan. Kita tidak akan pernah tahu, kecuali Tuhan memilih, di sisi lain pembagian itu, untuk menerangkan kepada kita rahasia dari kejahatan itu. Mengapa? Oh, Tuhan, mengapa Tuhan tidak menghancurkan Iblis? Mengapa Tuhan tidak menghancurkannya di dalam pemberontakannya yang pertama itu. Mengapa harus ada reaksi dari air mata dan sedu sedan selama berabad-abad lamanya? Apakah Tuhan merasa senang bahwa manusia menjadi tertekan? Kemudian mengapa Dia tidak membebaskan mereka? Apakah Tuhan merasa senang dengan penderitaan orang-orang yang menderita penyakit? Lalu kemudian mengapa Tuhan memperbolehkan adanya penyakit itu?

 

Saya tidak mengerti: Demikian hanya salah satu dari alasannya mengapa. Alasan yang kedua: Mengapa Tuhan membuat kita bebas secara moral? Saya dapat mengutuk Tuhan langsung ke depan wajah-Nya: Sekarang, bukankah hal itu merupakan suatu hal yang ganjil? Dan banyak orang yang melakukan hal tersebut. Saya dapat memberontak terhadap semua dekrit, terhadap semua keputusan, terhadap setiap perintah, terhadap semua hukum Tuhan. Saya dapat melakukannya! Dan banyak orang yang melakukannya. Satu-satunya hal bagi kita adalah begini, dan ada di sini di dalam nats dari teks bacaan ini. Sebagian dari kerendahan hati, yang memohon, yang mengetengahkan, berdoa. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang.”

 

Adalah bagian kita dan peran kita untuk berdoa, untuk meminta, untuk memohon, untuk menjadi perantara, dan selebihnya berada di dalam tangan-tangan Tuhan. Ketika seseorang menolak anugerah yang baik dari Yesus, saya tidak dapat memahaminya. Saya tidak melihatnya. Akan tetapi dia memiliki kebebasan untuk melakukannya, kemerdekaan untuk memilih. “Kita harus berdoa, menaikkan permohonan, berdoa syafaat untuk semua orang;” dan kemudian, yang membuat saya takjub, dia mengambil salah satu golongan yang khusus, dan dia menamakan mereka:  “ Untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan.”

 

Siapakah gerangan raja itu, di dalam mana, di bawah pemerintahan siapa – dia menuliskan di sini bahwa kita seharusnya berdoa, dan memohon serta menjadi perantara?    Diberkatilah kiranya hatimu. Raja itu pada saat Paulus menuliskan surat ini, dan yang membuat seruan ini, merupakan seorang monster yang haus akan darah yang pernah memerintah di dalam sebuah kekaisaran. Namanya adalah Nero, dan saudara-saudara menamai anjing-anjing saudara untuknya.

 

Berdoa, memohon serta berdoa syafaat, bahkan untuk Nero, di bawah perinatah siapa Paulus sendiri telah menjadi martir, dan yang menganiaya orang-orang Kristen yang pertama. Demikianlah keinginan Tuhan, demikianlah kehendak Tuhan, demikianlah pilihan Tuhan, demikianlah kesenangan Tuhan bahwa semua orang dapat diselamatkan, dan kita berdoa untuk Nero, sehingga Tuhan akan menyelamatkan dia. Kita harus menaikkan permohonan, kita harus berdoa syafaat untuk semua orang, sehingga mereka boleh diselamatkan. Dan saya katakan, saya tidak dapat masuk ke dalam rahasia dari pilihan mereka dari sebuah hukuman ang terakhir. Itu hanya merupakan sebuah hal yang mengerikan untuk dilihat.

 

Sekarang, marilah kita lihat pada teks bacaan tersebut:

……Allah, Juruselamat kita, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

 

Kemudian kita telah diselamatkan oleh pengetahuan akan kebenaran. Jika seseorang ingin berubah, apabila dia mau membuka hatinya, apabila dia mau mendengar serta melihat, apabila dia berkeinginan untuk menerima serta percaya, maka orang itu dapat diselamatkan. Seseorang dapat diselamatkan oleh pengetahuan akan kebenaran! “Ini adalah hidup kekal, bahwa mereka boleh mengenal-Mu, satu-satunya Allah yang sejati dan Yesus Kristus, Yang telah Engkau utus.” Kita telah diselamatkan oleh pengetahuan akan kebenaran.

 

Salah satu penegasan yang paling menakjubkan dari pekabar Injil dan gembala yang hebat, Charles G. Finney adalah: “Adalah merupakan kebenaran dari Tuhan yang menghukum serta yang menyelamatkan. Yaitu tesis yang agung, fundamental dan mendasar tentang segala sesuatunya yang telah dilakukannya, dan setiap jilid buku yang telah dituliskannya. Kebenaran dari Allah, pemberian kebenaran dari Tuhan, pengajaraan tentang kebenaran Tuhan – bukan orang itu, bukan perbuatan orang itu, atau suaranya, atau kefasihan berbicaranya, atau filosofinya, atau ikhtisar-ikhtisarnya, jem terbangnya berpidato. Akan tetapi penyampaian kebenaran Tuhan yang menghukum serta menyelamatkan yang kena hukuman, menyelamatkan yang tersesat. Dan kemudian dia mengilustrasikannya di dalam salah satu bukunya yang tetap tinggal di dalam pikiran saya, ilustrasi itu.

 

Dia mengatakan bahwa seorang gembala muda hanya memulai untuk menggembalakan tidak mengikuti khotbah-khotbah sehubungan dengan jemaat kepada siapa dia akan hadir. Jadi dia mengambil salah satu dari khotbah Charles G. Finney, lalu memberikannya dari mimbar tersebut, dan dia mulai membacakan khotbah dari Charles Finney. Dan, ketika dia mulai membacakan khotbah tersebut, orang-orang menjadi seperti dihukum, dan di sini, seseorang menjadi terisak-isak; dan di sana, orang-orang mulai menangis. Kemudian gembala muda itu merasa kaget dan takjub; dan dia berhenti membaca khotbah itu; dan kemudian dia meminta maaf; dan dia berkata: “Orang-orang yang terkasih, saya tidak tahu apa-apa dan mengapa, akan tetapi saya tidak bermaksud untuk menyakiti saudara-saudara. Dan saya meminta maaf.”

 

Dan kemudian dia menggunakannya sebagai sebuah ilustrasi akan kenyataan bahwa merupakan kebenaran Tuhanlah yang menghukum serta yang menyelamatkan. Dan saya berfikir bahwa Finney benar. Orang-orang diselamatkan oleh kebenaran: “Karena Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup.” “Karena Hukum Taurat diberikan oleh Musa, akan tetapi kasih dan kebenaran datang bersama Yesus Kristus.” Orang-orang menjadi tersesat karena mereka terperdaya. Mereka percaya akan dusta. Iblis berbisik di kedua telinga mereka tentang banyak hal. Dia mengatakan banyak hal di dalam hati mereka. Dia adalah seorang pendusta dan dia adalah leluhur daripaa dusta itu. Dan dia memperdaya serta menghancurkan karena keiblisannya untuk membuat manusia merasa yakin bahwa apa yang dibisikkan oleh Iblis adalah kebenaran itu sendiri. Akan tetapi hal itu adalah dusta, dan orang akan dihancurkan oleh dusta. Akan tetapi kebenaran menyelamatkan: Karena Allah, yang berkeinginan supaya semua orang diselamatkan, memohon dengan orang untu datang ke dalam pengetahuan akan kebenaran.

 

Sekarang, kebenaran Tuhan yang menyelamatkan ini adalah: yang pertama, adalah kebenaran yang digunakan oleh Roh Kudus untuk mempercepat jiwa itu, untuk membuat seseorang memiliki kesadaran akan Tuhan, membawa dia ke dalam penghukuman dari Yang Mahakuasa. Inilah orang yang menjalaninya dan dia seperti seekor binatang. Dia makan, dia tidur, dan dia menjadi lapar, dan dia mengejar serta menikmati hidup. Dan dia melintas melewati gereja, dan dia melewatkan agama, dan dia tidak mengetahui apa-apa lagi mengenai Tuhan, mengenai keinginan serta mengenai Firman Tuhan daripada seekor lembu jantan di dalam sebuah gudang atau seekor burung unta di padang gurun. Dia hanya seperti seekor binatang, hidup bagaikan seekor binatang – mungkin sebaik seekor binatang – dan akan mati bagaikan seekor binatang.

 

Kemudian, datanglah dia kepada orang itu, kadang kala melalui brosur, kadang kala melalui radio, kadang kala seorang sahabat membawa dia ke dalam rumah Tuhan. Di sana, entah bagaimana caranya, di dalam pengaruh serta pemeliharaan Tuhan yang berliku-liku, datanglah kepada orang tersebut suatu pengetahuan akan kebenaran. Dan dia membaca di dalam Firman Tuhan, seperti perjalanan dari Bunyan. Dia membaca di dalam Firman Tuhan: “Dia yang tidak percaya sudah terlebih dahulu dihukum, karena dia telah tidak percaya di dalam nama, di dalam satu-satunya Anak Allah.” Dan dia membaca di dalam Alkitab: “Dia yang telah mendapatkan Anak akan mendapatkan hidup. Dia yang tidak mendapatkan Anak, tidak mendapatkan kehidupan. Tetapi kemurkaan Allah, akan berada di atasnya..” Kemudian dia membaca di dalam Alkitab: “Telah ditunjukkan satu kali untuk mati, dan setelah itu, akan ada penghakiman.” Dan dia menghadapi kematian, dan dia menghadapi keabadian di dalam dosa yang tak terampuni, dan dia tidak bersiap.

 

Kebenaran Tuhan menjangkau sampai ke dalam hati serta menghukum orang itu, dan dia mempercepat, dan dia dibangkitkan. Apa yang harus saya lakukan untuk dapat diselamatkan? Seperti perjalanan Bunyan, dan ketika dia membaca, dia menangis. Dan dia melihat cara ini, dan dia melihat cara yang lain, seolah-olah dia akan melarikan diri untuk menyelamatkan hidupnya. Akan tetapi dia tidak mengetahui mau berlari ke mana dan kepada apa untuk melarikan diri.

 

Sekarang, kebenaran Tuhan melakukan hal yang kedua: Kebenaran Tuhan melepaskan manusia itu dari kekosongan, serta dari kegagalan, dan dari kesia-siaan dari keselamatan diri sendiri dari pekerjaan yang baik. Ketika orang itu dipercepat, dan dia berkata: “Aku harus diselamatkan. Aku berada di bawah penghakimandan kemarahan Tuhan. Aku menghadapi kematian di dalam neraka. Aku harus diselamatkan!” Dan di dalam diri orang itu, dengan segera dia beralih kepada mujizat yang baik itu. Dia akan melakukannya setiap hari. Aku akan menghentikan dosa yang mencemari itu. Aku pernah mengucapkan kutuk dan hujat, aku tidak akan pernah menghujat lagi.” "Aku pernah melanggar perintah-perintah Tuhan. Aku akan memperbaikinya!”

 

Dan kemudian dia bergerak maju sampai kesuatu gereja dari seseorang, dan dia berkata: “Aku ingin menerima sakramen gereja.” Dan kemudian dia menerima perayaan-perayaan dari gereja tersebut. Dan kemudian dia duduk di dalam kedamaian yang palsu. Kemudian pada suatu hari, dia membaca mengenai kebenaran Tuhan. Dan Tuhan Allah berkata di dalam firman-Nya, dan hal itu menusuk hatinya: “Kecuali seeorang itu lahir kembali, dia tidak dapat melihat kerajaan Allah.!” Kemudian dia membaca: “Tidak lahir dari darah atau keinginan dari daging atau keinginan manusia, akan tetapi keinginan dari Tuhan.” Lalu dia membaca: “Seluruh kebaikan kita layaknya kain yang dekil di hadapan-Nya.” Dan dia membaca kembali: “Karena oleh pekerjaan Hukum (oleh perbuatan baik) tidak ada daging yang akan dibenarkan.”

 

Di sini dia mencoba untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan menjadi orang baik, mencoba untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan cara sakramen dari gereja. Dan hal itu seperti mencoba untuk meraih bintang-bintang pada sebuah treadmill, seperti ketika mencoba untuk memenuhi tabung yang tidak memiliki dasar dengan sebuah ember yang bocor. Kebenaran telah membangunkan orang tersebut kepada kekosongan dan kesia-siaan dari pekerjaan kebaikan: Dibaptis setiap hari di dalam hidup saudara-saudara dan tetap tersesat, menerima seluruh dari apa yang dinamakan dengan sakramen dari gereja dan masih tetap dihukum; datang ke sini dan mencoba untuk melakukan sgala hal untuk membuat orang tersebut dapat diterima namun masih tetap tersesat. Saudara-saudara harus lahir kembali, pembaharuan jiwa. Kebenaran akan membawa orang itu kepada peyingkapan Tuhan.

 

Dan kemudian demikianlah hal yang ketiga dari apa yang dilakukan oleh  kebenaran Tuhan: Untuk menyelamatkan semua orang, datang kepada pengetahuan akan kebenaran. Kepercayaan untuk inspirasi serta kekuatan dari Roh Kudus memimpin orang tersebut pergi dari reformasinya; menjauh dari pekerjaan-pekerjaan baiknya; menjauh dari kesombongannya dan keangkuhannya tentang betapa berharga hidupnya, dan perbuatan-perbuatan yang telah dilakukannya. Dan hal tersebut membawa dia, pemohon yang hina, kepada penebusan Kristus. Dan dia membungkuk di kaki dari kayu salib tersebut, dan dia memandang wajah dari Yesus. Dan semua dari kebaikan dirinya itu, semua dari daun-daun cemara dengan mana dia mencari untuk menutupi dirinya sendiri, -semua sarang laba-laba dari gereja yang disebut juga dengan sakramen-sakramen dikeampingkan. Dan kepadanya diberikan jubah iman, yang digambarkan oleh kitab itu telah dicuci di dalam darah dari Ana Domba. Dan dia telah diselamatkan dengan melihat kepada Yesus, dengan percaya di dalam Yesus. Segala kemuliaan dan kehormatan kepada Yesus – hal itu adalah sesuatu yang Dia lakukan. Saya tidak melakukannya – Dia yang melakukannya!

 

Sekarang, hal itu menghina harga diri manusia. Sungguh suatu hal yang menggelikan. Sungguh suatu hal yang menggelikan. Saya telah melihat kepada hal itu sejak saya masih kecil. Mendengarkan kepada para filsuf, yaitu orang-orang yang memiliki kesombongan, yang melihat kepada diri mereka sendiri karena mereka adalah kaum filsuf, mereka adalah para ahli ilmu metafisika. Saudara-saudara tahu, mereka menyelidiki, hoi polloi, rakyat jelata. Orang-orang ini, mereka, oh, tetapi mereka masuk lebih dalam lagi. Sekarang, apa yang terjadi kepadanya adalah demikian. Harga dirinya sebagai manusia telah dihina oleh kesederhanaan serta kemudahan keselamatan – hanya hidup karena melihat. “Ha” katanya, “Untuk dapat diselamatkan harus kurang mengenal dan terpelajar; untuk dapat diselamatkan haruslah sukar, haruslah dikejar-kejar terlebih dahulu. Seseorang harus mendengar dan belajar – orang tidak dapat diselamatkan hanya dengan melihat kepada Yang Disalibkan itu saja: Dia harus melakukan sesuatu yang besar atau agung.”

 

Harga dirinya terluka ketika saudara-saudara memberikan jalan yang sederhana menuju keselamatan kepadanya. Saudara-saudara tahu, saya sedang mencoba untuk mengingat akan hal itu – bagaimana saya dapat mengilustrasikan hal tersebut? Dan hal ini mendatangi hati saya: Demikianlah tepatnya yang terjadi kepada Naman. Naman merupakan seorang pemimpin dari balatentara raja Syria. Dia merupakan seorang yang hebat dan gagah perkasa, akan tetapi dia adalah penderita penyakit kusta. Dan saudara-saudara sekalian mengetahui jalan ceritanya, bagaimana akhirnya dia mendatangi nabi Allah di Israel untuk kemudian dibersihkan dari penyakit kustanya itu. Dan dia sampai di sana, dan mau tidak mau saya memperhatikan –bacalah – dia datang ke sana dengan kuda-kudanya dan dengan kereta kudanya menuju pintu rumah nabi Elisa.

 

Saya dapat melihatnya – keseluruhan rombongan itu. Saudara, keseluruhan dari  istana di Damaskus telah sampai – dan di sana, Naman, orang yang agung itu, sebagai pimpinan mereka. Dan dia berdiri di sana di dalam kebanggaan seorang manusia untuk dapat dibersihkan dari penyakit kusta yang dideritanya; berdiri di sana dengan kuda-kudanya, dan dengan kereta-kereta kudanya, beserta seluruh rombongannya.

 

Dan nabi Elisa bahkan tidak keluar untuk menemuinya. Dia merupakan orang yang paling tidak terpengaruh yang pernah hidup. Dia bahkan tidak melihat. Dia mengutus pelayannya Gehazi ke luar sana dan berkata: “Katakanlah kepadanya untuk turun ke sungai Yordan yang berlumpur itu dan menyelam sebanyak tujuh kali, maka dia akan bersih.”

 

Dan ketika pelayannya Gahazi itu keluar dan dia berkata: “Nabi itu mengatakan untuk turun ke sungai Yordan dan menyelam sebanyak tujuh kali, dan tubuhmu akan kembali lagi, seperti untuk tubuh dari seorang anak kecil.”

 

Alkitab mengatakan: “Dan Naman menjadi gusar. Dan dia berkata: ‘Mengapa, aku fikir paling tidak dia akan keluar ke sini dan di dalam sikap dramatis yang agung, meletakkan tangannya pada tubuhku lalu memohon kepada Tuhannya. Bukankah Abana dan Farpar, sungai-sungai di Damaskus, lebih baik dari semua sungai yang ada di Israel?  Dapatkah saya membersihkannya di sana dan menjadi sembuh?” Lalu dia berbalik dan pergi di dalam kemarahan,” demikianlah dikatakan di dalam Alkitab.

 

Ketika dia sedang dalam perjalanan dengan rasa marah untuk kembali ke Damaskus di dalam kemurkaannya, harga dirinya telah dihina – dapatkah saudara-saudara melihatnya? Sekarang, salah seorang hamba yang turut dalam perjalanan bersama dengannya di dalam kereta kuda itu, meletakkan tangannya kepada Naman, seraya berkata: “Bapaku, apabila nabi itu telah meminta engkau untuk melakukan sesuatu yang besar dan dahsyat, mengapa engkau tidak mau melakukannya? (Apabila nabi itu telah mengatakan: ‘Untuk dapat diselamatkan, taklukkanlah sebuah benua, maukah engkau mencobanya?) berapa banyak dibandingkan dengan ketika dia berkata, “mandilah dan akan dibersihkan.”

 

Dan Naman memutar kembali kereta kudanya dan menuruni sungai Yordan yang berlumpur itu dan menyelamkan dirinya sebanyak enam kali. Dan ketika dia timbul pada saat yang ketujuh kalinya, tubuhnya kembali kepadanya seperti tubuh dari seorang anak kecil, dan dia telah disembuhkan.

 

Demikianlah sebuah ilustrasi yang terbaik yang saya ketahui mengenai seseorang yang akan diselamatkan. Dia suka untuk diselamatkan dengan cara yang dramatis, dengan cara yang spektakuler. Dia mengusahakannya dengan dukungan serta haluan intelektualnya sendiri. Dan ketika Tuhan berkata: “Mandi dan akan menjadi bersih;” ketika Tuhan berkata: “Lihatlah dan hidup;” ketika Tuhan berkata: “Percayalah dan akan diselamatkan:” Pengetahuan akan kebenaran.

 

Sekarang, di dalam waktu yang sedikit ini, bolehkan saya menguraikan pengetahuan tersebut, sejenis apakah itu? Pengetahuan itu, yang pertama-tama, merupakan suatu pengetahuan kepercayaan. “Allah, Juruselamat kita, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”

 

Pengetahuan itu merupakan suatu pengetahuan kepercayaan; yaitu sebuah pengetahuan yang kita terima. Setiap kalimat mengenai Yesus yang ada di dalam kitab suci ini yang kita percayai. Dikatakan di sini, di dalam alkitab ini: “Dia yang dilahirkan dari seorang perawan.” Kita mempercayainya! Allah, Bapa-Nya, yang menjelma di Bethlehem.

 

Dan kemudia kita membalikkan lembaran Alkitab itu dan kita membaca hal-hal yang luar biasa dari hidup-Nya: Bagaimana Dia mampu membangkitkan orang yang telah mati, mencelikkan mata orang yang buta. Dan kita mempercayainya!

 

Dan kemudian kita membaca seluruh kata-kata-Nya tentang pengharapan serta penghiburan: “Aku pergi untuk mempersiapkan tempat bagimu. Dan Aku akan menunggu, dan suatu hari nanti, Aku akan datang kembali, menerima engkau kepada-Ku sendiri.” Dan kita menatap di dalam harapan, dan di dalam kasih, serta di dalam pengharapan.

 

Dan kita membaca Firman itu: “Dan dia telah mati karena dosa-dosa kita. Dan Dia telah bangkit untuk sebagai dasar kebenaran kita untuk menyatakan kita menjadi benar di hadirat Allah.” Dan kita mempercayai Alkitab tersebut!

 

Dan dia berkata: “Dan kami akan memberitakan kabar gembira itu bahwa setiap orang yang mau berpaling di dalam kepercayaan dapat diselamatkan.” Dan kami mengajarkan Injil itu di dalam kepercayaan serta di dalam iman.

 

Dan Alkitab itu mengatakan: “Dan suatu hari nanti, Dia akan datang untuk bangsa-Nya.” Dan kita akan bangkit untuk bertemu dengan Tuhan. Dan kita mempercayainya! Demikianlah jenis dari pengetahuan itu – pengetahuan itu merupakan pengetahuan akan kepercayaan! Yaitu – kita menerimanya.

 

Pengetahuan dari jenis apa itu yang menyelamatkan kita – pengetahuan yang ini? Ini merupakan pengetahuan pribadi; yaitu – pengetahuan itu berlaku kepada saya; pengetahuan itu berlaku juga dengan saudara-saudara. Kita telah membaca di dalam Alkitab: Dan Yesus mengasihi Yohannes, ya, Dia mengasihi Yohannes. Dan Dia mengasihi Simon Petrus, dan Dia mengasihi Paulus. Benar sekali! Dan Yesus wafat untuk Yohannes, dan Dia wafat untuk Simon Petrus, dan Dia wafat untuk Paulus. Dan hal itu benar sekali. Akan tetapi pengetahuan seperti ini, tentang yang sedang saya ajarkan di malam hari ini: “Dan Dia wafat untuk saya!” “Dan Dia mengasihi saya!

 

Dia mengenal saya sebelum pondasi dari dunia ini deletakkan. Dan Dia memikirkan aku ketika Dia wafat. Dan Dia menyebut namaku ketika dia memanjatkan doa syafaat di takhta anugerah itu. Dan Dia mengingat saya – pikirkanlah akan hal itu: Di dalam atom dari debu bintang ini, dari berjuta-juta banyaknya di permukaan bumi ini, dan Dia memanggil nama saudara-saudara. Dia mengetahui segalanya mengenai saudara-saudara.

 

Dan setiap kekurangan di dalam hidup saya dan setiap dosa di dalam roh saya, telah dibersihkan-Nya; dia telah dibuat menjadi tebusan. Dia melakukannya untuk saya! Dan tidak pernah lagi saudara berdosa dan saudara begitu sempurnanya – tidak ada lagi yang lainnya yang berdosa, semuanya menjadi sempurna; hanya saya yang merupakan orang berdosa yang tersesat di dunia ini, walaupun dia wafat untuk saya. Sebuah pengetahuan pribadi – dan Dia mengenal saya; dan Dia mendengarkan saya; dan mata-Nya menatap kepada saya – suatu pengetahuan pribadi.

 

Dan kemudian yang terakhir: pengetahuan itu merupakan sebuah pengetahuan “operasional”. (Saya berjuang untuk mendapatkan kata yang tepat, akan tetapi saya tidak dapat memikirkannya.) Dalam hal itu saya bersungguh-sungguh, pengetahuan ini merupakan suatu pengetahuan yang bergerak; merupakan sebuah pengetahuan yang aktif. Seperti saya yang turun di jalan raya itu, menempuh perjalanan di jalan raya tersebut, dan saya membaca rambu itu: “Jembatan sedang rusak.” Saya memutar ke samping. Ketika saya memutar kesamping, saya sampai ke suatu tempat di mana jembatan itu, dan saya melihatnya di sana – jembatan yang besar itu, dengan seluruh bagian tengahnya yang telah hilang. Baiklah, kalau saya meneruskan perjalanan saya di jalan raya itu, berajalan di jembatan itu, dan jembatan yang besar itu terjatuh ke sungai yang ada di bawah, mungkin saya telah hanyut.

 

Pengetahuan ini merupakan suatu pengetahuan yang mengaktifkan, uatu pengetahuan operasional, merupakan suatu pengetahuan yang menggerakkan. Tuhan berkata: “Di jalan, jalan itu, jalan yang membawa saudara-saudara ke dalam jurang. Membawa saudara-saudara ke dekat; membawa saudara-saudara ke neraka; membawa saudara-saudara kepada hukuman – jangan jalani jalan itu!”

Baiklah, kemudian saya mendapatkan pilihan. Saya tidak mempercayainya – maka saya meneruskan di dalam kelalaian saya, sikap keras kepala saya, penolakan saya untuk menerima Tuhan dengan seruan-Nya – untuk mendengar kepada Firman-Nya. Saya meneruskannya!

 

Atau, saya dapat mempercayainya. Allah mengatakan: “Jalan ini mengarah ke neraka; jalan ini mengarah kepada kutukan; jalan ini mengarah kepada kematian, dan malam hari ini, jangan jalani jalan itu. Ambillah jalan ini yang mengarah kepada kehidupan, dan kemuliaan serta ke surga.” Dan, apabila saya mempercayainya, jika saya bebalik, dan saya akan berada di jalan kemuliaan itu. Diberkatilah saya – pengetahuan itu merupakan pengetahuan yang menggerakkan hati.

 

Apakah pengetahuan itu berbicara kepada saudara-saudara sekalian? Apakah saudara-saudara merasakan seruan dari Roh Kudus di dalam jiwa saudara-saudara? Oh, permintaan dari Allah: “Miringkanlah telingamu untuk kepada-Ku.” Dengarlah, dan jiwamu akan hidup. Tidak mendengar demi pendengaran, tidak mengetahui demi pengetahuan – tetapi mendengar serta mengetahui akan diselamatkan! Pengetahuan akan kebenaran yang menggerakkan hati serta menyelamatkan jiwa: Dan wanita yang kehilangan sekeping uang, mengambil sebuah alat penerangan, menhidupkan sebatang lilin, serta menyisir lantai itu. Bukan sebuah lilin hanya untuk sebuah lilin, bukan mencari demi untuk sebuah pencaharian – akan tetapi untuk mencari keping uang logam tersebut!  Pengetahuan yang seperti itu: Pengetahuan yang menjangkau ke luar. “Tuhan, Tuhan, bagaimana orang itu dapat diselamatkan? Saya ingin di selamatkan. Tuhan, apa yang menyelamatkan dari neraka? Saya ingin diselamatkan. Apakah itu, Tuhan, yang menuliskan nama seorang manusia di dalam Kitab Kehidupan itu? Saya ingin diselamatkan!”

 

Untuk menjangkaunya, demikianlah: Allah, Juruselamat kita, Yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.

 

Keselamatan ini, penerimaan di dalam hati akan kesaksian dari Roh Kudus Tuhan. Lihatlah, di sanalah Dia berada: “Jalan dan Kebenaran dan Hidup.” Karena Hukum Taurat diberikan oleh Musa, dan tidak ada seorang manusiapun yang dapat menjalankannya serta diselamatkan. Akan tetapi kasih dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus dan setiap orang dapat melihat serta menjadi hidup. Maukah saudara-saudara? Di dalam iman yang rendah hati serta kepercayaan yang sederhana, sama seperti orang yang tidak tahu tulis baca, harga diri manusia tentang pengetahuan, just like an unlettered man, human pride of knowledge, kesukaan secara metafisis semuanya disikat habis.

 

Mereka turut binasa bersama-sama dengan dunia yang sedang sekarat – saya sedang menatap kepada Yesus. Kehidupan saya ini, yang berangsur-angsur hilang dan sekarat, saya sedang berubah untuk sebuah kehidupan yang akan hidup untuk selama-lamanya. Yesus, Juru Selamatku, saya datang!” Maukah saudara-saudara? Malam hari ini juga? “Saya mengambil kepuusan itu sekarang juga.” Di bawah anak-anak tangga ini, maukah saudara-saudara datang? “Inilah saya, Pak Pendeta, inilah aku datang.” Saudara-saudara dengan keluarga, atau seseorang, seseorang dari saudara-saudara. Saya tidak dapat membuat seruan itu. Jika saya melakukannya, maka hal itu akan seperti debu; seperti abu, seperti nafas, seperti bunyi dan kalimat; seperti suku kata dan Firman – tidak ada sama sekali! Tetapi, Roh Allah membuat seruan itu – maukah saudara-saudara datang? Maukah saudara-saudara sekalian datang? Disebabkan oleh Roh Kudus dari Tuhan: “Saya melakukannya sekarang juga. Inilah aku. Inliah aku datang.”

 

Menerima Yesus sebagai Juru Selamat, atau meletakkan tanganmu di dalam geraja, atau mengabdikan hidupmu kepada Yesus, seperti Roh yang akan memimpin jalan serta membukakan pintu tersebut. Seseorang, seseorang dari antara saudara-saudara sekalian, saudara dengan keluarga saudara – bagaimanapun juga Tuhan akan mengatakannya – maukah saudara-saudara datang sembari kita berdiri dan sembari kita bernyanyi?