TUBUH ROHANI

(THE SPIRITUAL BODY)

 

Dr. W. A. Criswell

 

I Korintus 15:35-52

 

12-02-56

 

Anda sedang mendengarkan dan mengikuti ibadah dari Gereja First Baptist Dallas. Ini adalah Pendeta yang sedang menyampaikan khotbah pagi yang berjudul, Kebangkitan Tubuh, Tubuh Rohani.

Di dalam seri khotbah kita melalui kitab-kitab dalam Alkitab kita telah berada di dalam surat 1 Korintus pasal lima belas. Jika anda memiliki Alkitab, anda dapat berpaling ke dalam bagian itu, dan anda dapat mengikuti khotbah yang akan disampaikan pada pagi hari ini. Kita akan membaca pasal itu mulai dari ayat tiga puluh lima dan saya akan membacanya hingga ayat lima puluh dua. Satu Korintus pasal lima belas ayat tiga puluh lima sampai lima puluh dua. Seluruh bagian ini berkaitan dengan tubuh rohani, kebangkitan tubuh, jenis tubuh apa yang akan kita miliki ketika kita dibangkitkan dari kematian. 1 Korintus 15:35:

 

Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"

Hai orang bodoh.…

 

—Tepat seperti itu, anda tidak memikirkannya seperti itu—

 

Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.

Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.

Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.

 

—Tubuh, sekarang, kita sedang berbicara tentang sebuah tubuh rohani—

 

Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.

Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi;

 

—Tubuh sorgawi, seperti tubuh rohani—

 

Tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.

Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.

Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.

Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah.

 

—Lihatlah itu, anda hidup dalam satu—

 

Maka ada pula tubuh rohaniah.

Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.”

 

—Lalu itu bukan yang pertama yaitu yang rohani tetapi yang alami.

Dia telah membuat Adam dari tanah liat. Kemudian Dia menghembuskan nafas hidup—

 

Dan sesuadah itu, adalah yang rohani.

Manusia yang pertama berasal dari dunia, dan bersifat duniawi.

 

—Dibuat dari debu tanah—

 

Manusia yang kedua adalah Tuhan dari sorga.

Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.

Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

 

Saudara-saudara, inilah yang hendak ku katakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah.

 

—Kita akan diubah—

 

Dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

 

Itu adalah bagian yang akan kita khotbahkan, jika anda membiarkan Alkitab anda tetap terbuka, kita akan mengambil dan berkhotbah melalui seluruh bagian itu.

Doktrin tentang sebuah kebangkitan dari antara orang mati merupakan sebuah doktrin yang ganjil bagi Kekristenan. Dengan terang alami yang sederhana, para penyembah berhala pada dunia kuno mampu berbicara tentang kekekalan jiwaa. Tetapi doktrin tentang kekekalan tubuh, kebangkitan tubuh merupakan sebuah wahyu dari iman Kristen.

Ketika Paulus berdiri di depan sidang Aeropagus, di Bukit Mars, dia berbicara di sana di depan sidang tertinggi dari wilayah-wilayah Yunani, Dia berdiri di sana dan mulai berbicara kepada mereka tentang Iesus dan Anastasis. Mereka berpikir dia sedang berbicara tentang seorang dewa dan dewi, seperti Jupiter and Juno, seperti Venus dan Adonis. Dan ketika dia berbicara kepada mereka, seandainya Paulus berbicara tentang kekekalan roh, seandainya dia menjelaskan kepada mereka tentang dunia roh, tentang dunia di mana para dewa hidup, tentang dunia dibalik Sungai Styx, seandainya dia berbicara kepada mereka  tentang kehidupan di darang terang dunia yang lain, para fisafat itu dan orang-orang terpelajar itu akan berpaling satu sama lain dan berkata, “Itu benar. Saya percaya hal itu.”

Seseorang lain akan berkata: “Hal itu sesuai dengan Palto. Palto berkata bahwa ide utama yang terletak di belakang semuanya adalah rohani.” Mereka akan memiliki diskusi dan berkata, “Orang itu adalah seseorang yang pintar dan cerdas. Dia adalah seorang filsuf yang hebat. Dia telah menyelidiki kedalaman yang terdalam.”

Itulah yang akan mereka sampaikan. Tetapi sebaliknya, ketika rasul Paulus berdiri di Bukit Mars di Atena dan perbicara kepada sidang tertinggi itu, dia mulai berbicara tentang kebangkitan tubuh, tentang kebangkitan tulang dan daging. Dan ketika dia melakukan hal itu, filsuf Epikurian tertawa terbahak-bahak. Itu adalah sebuah lelucon. Itu adalah “Ha, ha! Sebuah  kebodohan, dan hal yang menggelikan dan hal yang paling dungu.” Dan sambil tertawa mereka pergi. Dan Filsuf Stoik lebih sopan. Mereka membungkuk dan berkata, “Lain kali saja kami akan mendengarkanmu tentang hal ini. Ini sangat aneh dan tidak biasa. Tetapi kami akan datang kembali. Kami akan bertemu kamu lagi.” Dan mereka pergi berpaling.  

Itu merupakan sebuah doktrin yang sukar untuk dipercayai dan pertanyaan yang sering dipertanyakan adalah, “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?” Ikan makan sesuatu. Pohon tua yang besar mengirim akarnya ke dalam sesuatu. cacing-cacing menelan sesuatu. Semuanya kembali ke tanah. Itu merupakan sebuah doktrin yang tidak dapat dipercayai. “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?”

Lalu, saya sama seperti para filsuf Epikurian itu. Itu adalah sebuah kebodohan di dalam dirinya sendiri. Saya sama seperti filsuf Stoik yang terpelajar itu, “Saya sibuk tentang hal-hal lain. Aku akan mendengarkan kamu kembali tentang materi ini.” Bagi saya, itu merupakan sebuah hal yang aneh, doktrin tentang kebangkitan tubuh ini.” 

Lalu, saya adalah seorang Kristen dan Alkitab yang merupakan wahyu Allah berkata bahwa doktrin utama dari iman Kristen adalah hal ini. “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati”—lalu, ini adalah khotbah hari Minggu yang lalu,

 

Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.

Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.

Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah….

Kamu masih hidup dalam dosamu.

Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.

Maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

 

Saya ulangi, itu merupakan doktrin yang sangat penting dan yang paling utama, dan saya adalah orang Kristen. Jadi, hal itu merupakan sesuatu yang penting untuk dilihat orang Kristen. Sebuah wahyu yang sangat indah dan luar biasa, yaitu wahyu yang terdapat di sini, dan inilah dia. 

“Tetapi mungkin ada orang yang bertanya,” lihat dalam ayat tiga puluh lima, “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?” Lihat ke dalam ayat tiga puluh delapan, “Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.”

Jawaban kita yang paling pokok adalah sesuatu yang kita mulai dengan, “Tetapi Allah,” tetapi Allah. Ketika Paulus menyerukan iman Kristen di depan Raja Agrippa, dia berkata—dengarkan dia—“Mengapa kamu menganggap mustahil bhawa Allah membangkitkan orang mati?” Allah yang melakukannya. Allah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan, dia melakukannya dengan firmanNya. Dia berfirman dan segala seuatu ada. Dunia yang anda lihat di sekitar anda, Dia menciptakannya dari ketiadaan. Dan dari materi itu, dari debu tanah, Dia membentuk Adam, anda. Allah yang telah melakukannya.

Dan sama seperti yang didiskusikan Paulus di sini, jenis tubuh yang akan kita miliki di dalam kebangkitan? Bagaimakah orang-orang mati dapat bangkit? Bagaimakah hal yang sukar dipercayai itu dapat terjadi? Yang pertama, Paulus menggunakan sebuah analogi dari alam, “Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.” Ia mati, kemudian Allah membangkitkannya, “lalu memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.”

Jadi, analoginya yang pertama tentang kebangkitan adalah musim semi. Setiap musim semi merupakan khotbaah lain dari Allah atas kuasa Roh, kebangkitan dari kematian. Ini adalah sebuah pohon yang tampak mati dan mereka berbunga dalam kemuliaan. Anda tunggu, dallas berubah, berjalanlah di jalan raya yang berumput itu, ke jalan yang rindang. Tampak semarak. Dari manakah bunga-bunga itu? Dari manakah kerindangan itu serta Lili Ester itu dan bunga Jonquil itu? 

Oh! Di dalam musim dingin mereka tampak mati, benih itu terlihat tidak hidup, benih yang kecil itu ditanam di tanah dan pada musim semi Allah akan membangkitkannya dan akan hidup, berbunga dan berbuah kembali. Itulah Allah. Dan itu adalah sebuah keajaiban di depan pandangan manusia. Itu adalah analoginya di alam. 

Untuk menunjukkan kepada anda, bagaimana dengan manusia itu, bagaimana kita memberi terhadap hal-hal ini, sekalipun kita tidak memahaminya, suatu ketika saya melihat sebuah gambar di dalam perang terakhir ini. Ada sebuah barisan polisi penjaga yang sedang bertarung dan kalah melawan sekumpulan orang-orang yang kelaparan. Amerika Serikat telah mengirim sekereta api penuh bibit gandum untuk populasi yang mengalami kelaparan. Dan ketika kereta api itu tiba ke bagian yang kelaparan itu, entah mengapa orang-orang telah menjadi gila karenaa rasa lapar mereka, dan kehilangan akan sehat mereka, mereka mengerubungi polisi. Mereka merobek mobil yang terbuka itu dan mengumpulkan gandum itu dan mengambilnya serta memakannya.

Itu merupakan sebuah tragedi! Mengapa? Karena setiap petani tahu bahwa anda harus mati—anda harus menanam benih itu. Ia harus dikuburkan dalam tanah atau ia tidak akan dapat hidup kembali. Dan setiap petani melakukan hal itu. Dia mengambil benih yang berharga dan menanamnya di lapisan tanah dan membiarkannya hancur, membiarkannya mati atas lebih banyak memberukan hasil yang luar biasa.

Baiklah, itu adalah analoginya nyang pertama, “Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?" Dia menemukan sebuah analogi di alam. Ada kehidupan dari serbuk dan kotoran dan bau busuk serta pupuk. Dan dari hal-hal yang busuk itu dan lapisan tanah yang lebih kaya, semakin luar biasa dia tumbuh dan dari itu muncullah bunga dan buah yang melimpah. Saya tidak melihat hal itu, tetapi hal itu ada.

Baiklah, analoginya yang kedua. Analoginya yang kedua merupakan sebuah identitas dalam keragaman: Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan. Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawia; mereka semua berbeda dalam kemuliaan.

Paulus melihat sekelilingnya, dan ada sebuah fenomena di dalam cara Allah telah menciptakan dunia ini. Mengapa anda tidak menanam gandum dan muncul gandum hitam. Dan anda tidak menanam jagung dan muncul tanaman padi-padian. Tetapi Allah memberikan setiap benih itu sebuah tubuh yang dikehendakinya, dan mereka semuanya berbeda.  

Dan kemudian tentang daging kita: manusia akan menghasilkan manusia, dan darah manusia akan terdiri memiliki gen tertentu di dalam kromosom—dan jumlah dari kromosom manusia adalah 48. Dan setiap mahluk buas akan memiliki jenis darah yang lain dan akan memiliki jumlah gen yang lain dalam sebuah kromosom. Demikian juga dengan burung dan ikan serta yang lainnya. Allah memberikan tubuh mereka sendiri.

Kemudian dia berpaling ke dalam kemuliaan langit dan berkata bahkan mereka juga tidak memiliki kemuliaan yang sama. Akan ada sebuah bintang dan terlihat seperti ini; bintang yang lainnya akan terlihat seperti itu dan bumi kelihatan seperti ini dan semua terlihat berbeda. Bagaimana Allah membuat hal ini beraneka ragam.

Lalu dia berkata bahwa demikian juga kita dalam kemuliaan, demikian juga kita dalam kebangkitan. Dia berkata bahwa kita akan dikenali, tetapi sungguh-sungguh berbeda, sama seperti kita di sini, sama seperti yang kita lakukan di sini.

Di dalam kebangkitan Allah akan memiliki sebuah tubuh yang terpisah untuk setiap orang. Musa tidak akan sama seperti Elia dan Elia tidak akan menjadi Musa. Allah membuat mereka berbeda. George Whifield tidak akan menjadi John Chrysostom dan John Chrysostom tidak akan menjadi George Whitefield. Dan anda tidak akan menjadi orang itu dan orang itu tidak akan menjadi anda. Allah akan membuat anda berbeda. Itu akan menjadi anda.

Lalu, bagaimana Allah dapat menciptakan banyak tubuh itu? Bagaimanakah Allah membuat kepingan-kepingan salju? Bayangkanlah berapa banyak keping salju yang jatuh pada musim dingin. Bayangkanlah berapa banyak keping salju yang jatuh  di dalam beribu-ribu tahun sepanjang waktu, dan setiap keping salju berbeda dari keping salju lainnya! Dia membuatnya berbeda. Allah suka untuk melakukan hal-hal seperti itu, hanya membanjiri anda dengan kuasaNya yang luar biasa. 

Itu yang akan terjadi di dalam kebangkitan, anda akan memiliki diri anda yang seutuhnya, dan akan berbeda dengan anda. “Setiap orang setelah keserupaannya.” Itulah Allah, itu adalah cara yang dilakukan Tuhan.

 “Tetapi Pendeta, disitu disebutkan bahwa kita akan diubah,” “Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah dalam sekejap mata.” Lalu, perubahan seperti apakah itu: perubahan itu adalah perubahan rohani, itu adalah sebuah kebangkitan yang mengubahkan. Itu bukan sebuah perubahan pribadi. Bukan berarti bahwa saya akan menjadi seseorang yang lain atau sesuatu yang lain. Saya akan menjadi saya dan anda akan menjadi anda dan kita akan menjadi kita. Tepat seperti itu. Kita akan diubah, tetapi perubahan itu tidak akan menjadi sesuatu yang lain. Kita akan diubah secara rohani. Kita akan diubah dalam kebangkitan.

Ada sebuah tubuh alami, tetapi bukan itu yang akan di atas sana. Ada sebuah hukum utama yang dibuat Allah di alam semesta ini, yaitu hal ini: bahwa setiap mahluk harus sesuai dengan lingkungannya. dan jika tidak maka ia akan mati.

Anda tempatkan saya ke dalam tengah-tengah samudera dengan kedalaman 100 kaki dan saya pasti mati. Tetapi jika anda menempatkan seekor ikan ke dalam kedalaman 100 kaki, dia akan berenang, dan dia menyukai hal itu. Tetapi tempatkan dia di atas mimbar ini, maka ikan itu akan menghembuskan nafas dan mati. Setiap binatang buas, setiap makhluk, setiap hal yang hidup, harus sesuai dengan lingkungannya. Dan ikan ini dibuat untuk ditempatkan dalam lautan dan seorang manusia dibuat untuk berjalan di bumi dan seekor burung dibuat untuk terbang di udara.

Lalu, demikian juga dengan kita di dalam kemuliaan. Anda tidak dapat cocok di sorga! Saudara, anda di dalam sorga? Mengapa anda? Itu akan mengerikan. Anda akan sakit. Anda akan menjadi tua. Anda akan lemah. Anda akan tua renta. Anda penuh dengan pikiran jahat. Anda penuh dengan dosa. Anda akan menjadi buruk. Anda akan merasa lelah. Anda akan menjadi buta. Anda akan menjadi botak. Anda akan menjadi segalanya.

Anda di dalam kemuliaan, itu akan mengerikan! Dan semakin anda tua, semakin mengerikan hal itu. Akhirnya, anda bahkan tidak dapat melihat, tidak dapat berjalan, tidak dapat pergi kemana pun. Itu akan menakutkan. “Saudara-saudara, inilah yang hendak ku katakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.” Anda diubah untk ditempatkan dalam lingkungan yang mulia dan lingkungan sorgawi itu.

Lalu, itulah yang akan terjadi: Kita semua akan diubah. Orang-orang yang telah meninggal dalam Kristus, mereka akan dibangkitkan dan diubah. Dan kita “yang masih hidup dan tinggal pada saat kedatanganNya, kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata.” Itu adalah kemenangan, “Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa,” mereka terlebih dahulu, kemudian kita yang masih hidup, “kita semua akan diubah.”

Lalu, perubahan itu merupakan sesuatu yang luar biasa! Oh, betapa mulia! Tetapi itu bukan  merupakan sebuah hal yang tidak dapat dipikirkan. Itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dibayangkan

Saya dapat melihat sedikit hal itu di sini. Lihatlah ke dalam materi: di sini batu karang yang mati, yang kotor, dan tidak berdaya. Dan di sebelahnya ada air. Jika saya tidak pernah melihat air, dan segala materi yang pernah saya lihat adalah seperti sebuah batu dan sebuah tanah, entah mengapa, untuk melihat sebuah materi, ciptaan yang gemerlap, yang cair, yang bergerak seperti air, itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Ada sebuah jenis materai: yaitu sebuah batu, dan keras. Ada jenis materi yang lain dan ia gemerlap dan bergerak dan cair dan anda dapat mencurahkannya, dan lunak. Dan kemudian ada jenis materi lain: Saya melambaikan tangan saya melaluinya. Bumi ini dipenuhi dengan materi, semuanya merupakan jenis substansi gas, oksigen dan hydrogen dan nitrogen—dan saya tidak mengetahui semuanya—saya hanya melambaikan tangan saya melaluinya. Tetapi saya tidak dapat melihat potongannya, tetapi ia ada di sana. Kadang-kadang angin dapat menahannya dan ia akan membumbung tinggi. Itu adalah sebuah angin topan dan sangat menakutkan dan anda tidak dapat melihatnya, tetapi ia ada di sana. Bukankah itu merupakan sebuah materi yang luar biasa?    

Baiklah, lihatlah hal ini: segera saja saya melihat materi itu, dan itu akan segera tumbuh. Dan itu akan segera tumbuh dan itu adalah sebuah tanaman. Itu bukanlah sebuah hal yang luar biasa, sebuah tanaman, tetapi itu juga adalah materi?

Dan lihatlah hal itu, dan materi itu berubah kembali. Dan itu adalah sebuah amuba kecil, dan itu adalah sebuah paramesium kecil, itu adalah seekor berudu, itu adakah seekor kodok. Itu adalah seekor serangga, itu adalah seekor unggas, itu adalah seekor burung, itu adalah seekor kera, itu adalah seekor kera besar, itu adalah seekot gorila, itu adalah seorang manusia. Lalu, saya tidak berkata bahwa hal itu berkembang seperti cara itu, tetapi saya katakan bahwa hal itu berada di sekeliling saya, berada di sekitar saya. Beberapa orang berkata bahwa leluhur mereka bergantung dengan ekor mereka di atas pohon. Hal itu benar bagi mereka; tetapi saya tidak. Kita sangat berbeda.

Tetapi itu merupakan sebuah pemandangan yang luar biasa untuk dilihat. Itu merupakan sebuah pemandangan yang indah, saya melihatnya di dalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah saya, hidup, bernafas, mengasihi, membenci, berkhotbah dam mendorong dan melihat ke arah anda dan berpikir dan semua hal lainnya. Akan tetapi, siapakah saya? Saya adalah kacang dan kentang dan hamburger dan segala sesuatu yang saya makan. Itulah saya. Itulah anda. Dan setiap tujuh tahun anda berbeda. Setiap partikel yang lama telah digantikan oleh partikel yang lain. Dan Allah menciptakan semua itu dari apa yang anda makan. Tetapi anda lihat, anda mengambil substansi yang mati dan memakannya dan mengasimilasikannya dan hal itu disadarkan ke dalam hidup dan hal itu menjadi anda.

Lalu ada satu langkah lainnya, hanya ada satu langkah lainnya, langkah itu saya lihat dari batu karang di bumi, kepada air, kepada tanaman, kepada binatangm, kepada manusia—salah satu langkah lainnya. Angkatlah di tempat tinggi dan di sanalah anda. Ketika Yesus berkata: “Aku bukanlah hantu. Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.” Dan Dia berkata, ‘Anak-anak, adakah padamu makanan di sini?’ Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng. Dan Ia memakannya. dan hal itu diangkat ke dalam langkah sorgawi yang terakhir. Ketika saya makan, hal itu dibangunkan ke dalam tubuh yang fana. Ketika Tuhan makan, hal itu pergi ke langkah lain itu: itu bersifat kekal. Makanan itu dimuliakan, ditransfigurasikan, dihidupkan kembali. Seperti itulah jadinya anda.

Baiklah, mari kita melihat tubuh itu, yaitu anda. Yang pertama dari semua, saya katakan tubuh ini. Alkitab di sini berkata “tubuh ini.” Jadi, ketika ia dihidupkan, ia akan menjadi tubuh yang dikenali, ia akan menjadi anda.

Saya membayangkan kisah yang paling indah dari semua kisah mitologi yang indah dari dewa-dewa yang merupakan salah satu dari dewa-dewa Mesir, Isis dan Osiris. Isis—jika anda pernah melihat opera Aida, pahlawan wanita menyembah dan memohon di hadapan Isis—dia merupakan seorang ratu dewa yang cantik. Dan dia jatuh cinta dengan Osiris. Dan sang jahat mengambil Osiris dan menyebarkannya di atas bumi, merobeknya hingga terpisah, dalam potongan-potongan menyebarkan tubuhnya di atas bumi. Dan Isis dengan penuh kasih dan kelembutan, pergi ke seluruh bumi mengumpulkan kembali tubuh Osiris dan membangkitkan dia, meletakkan lagi kembali secara utuh. Dan dia hidup di hadapan Isis sampai selama-lamanya. Tetapi, saya katakan itu merupakan sebuah mitos yang indah. Dan di dalam terdapat wahyu yang luar biasa di dalam iman Kristen:

 

Allah penebusku yang hidup

Dan selamanya dari sorga

Melihat ke bawah, dan melihat di atas debuku

Hingga Dia akan membangkitkannya.

 

Tidak ada puisi yang lebih indah di dalam bahasa Inggris selain dari pada karya Rupert Brooke—apakah anda mengingatnya? “Jika aku harus mati, hanya berpikir inilah aku.” Dia adalah seorang prajurit, yang pergi berperang dan terbunuh di dalam peperangan Dardanelles.

 

Jika aku harus mati, hanya berpikir inilah aku:

Bahwa ada beberpa pojok dari sebuah ladang yang asing

Itu adalah Inggris selamanya. Akan ada

Di dalam bumi yang kaya itu,tersembunyi  suatu debu yang lebih kaya.

 [from Rupert Brooke, The Soldier, 1914]

Saya mati, saya kembali ke bumi; tetapi mata Allah dari sorga tahu di mana setiap partikel tanah itu, setiap atau dari keberadaan saya. Dn tubuh ini akan disadarkan dan dibangkitkan kembali.

Hal kedua di daalam teks ini berkata bahwa tubuh itu akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa. Lihatlah ke dalam ayat empat puluh dua, “Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.” Seorang yang ganas hidup untuk pada masa ini, dan hanya pada waktu ini di dalam masanya. Seorang barbar akan  hidup pada tahun ini dan mungkin pada tahun berikutnya. Sebuah manusia yang beradab, yang berbudaya dan yang terpelajar akan hidup sekarang dan untuk masa hidup ini. Tetapi orang Kristen akan hidup sampai selama-lamanya, jika ia adalah orang Kristen.

Itu adalah temanya. Kualitas yang tidak binasa di dalam sebuah hal yang membuatnya berharga dan sangat bernilai. Sebuah tetesan embun sama indahnya dengan suatu permata. Dan terpercik keluar di mentari pagi, betapa mulianya Allah dalam sebuah tetesan embun yang akan segera lenyap. Tetapi ia tidak memiliki nilai seperti sebuah permata, karena ia segera lenyap.  

Tidak ada yang lebih indah selain dari pada gelembung-gelembung. Mereka sangat ringan dan bercahaya, mereka sangat berwarna. Mereka bersinar seperti sebuah pelangi pada matahari. Kemudian mereka lenyap. 

Kemuliaan dari kebangkitan adalah tubuh yang tidak dapat binasa ini. “Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.” Di bawah sini, di dalam debu tanah, sangat rapuh sangat lemah, dan dikuburkan; tetapi dibangkitkan kembali, kematian tidak akan pernah menyentuhnya, rasa sakit tidak akan pernah masuk ke dalam, tidak ada musuh yang licik yang dapat membunuhnya. Ia tidak dapat binasa: itu adalah sebuah tubuh kebangkitan.

Lihat kembali, “Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan,” tubuh kebangkitan yang menjadi milik kita, indah seperti tubuh Kristus. Saya dapat melihat sedikit tentang hal itu,  di dalam ulat tua, kotor dan rapuh serta  yang berjalan merangkak. Hal ini disebutkan membuat anda ingin merangkak, sesuatu yang tidak disukai. Kemudian dia pergi tidur dan dia membungkus sebuah peti mati kecil di sekelilingnya, sebuah kepompong kecil. Dan suatu hari dalam pemeliharaan Allah, dari kepompong yang pecah itu keluar sesuatu yang sangat indah, yang bersinar, bercahaya gemerlap, penuh dengan warna menari dalam sinar mentari. Itulah Allah. Itulah Allah.

Kita akan menjadi seperti yang disebutkan di sini, “Ditaburkan dalam kehinaan,”—seseorang yang lemah, buta, lumpuh, dan binasa, “dibangkitkan dalam kemuliaan”—indah seperti tubuh Kristus.

Saya tidak memiliki waktu untuk membacanya, tetapi saya ingin membacanya pada pagi hari ini. Yang digambarkan dalam Wahyu pasal satu, seperti apakah Dia: “berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah dan seterusnya dan seterusnya.

Tubuh kita sama seperti Kristus, sangat mulia. Lihat kembali, “Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.” Kelemahan, hanya itu yang saya tahu. Bahkan kepalan tangan saya pada akhirnya kehilangan kekuatannya, menjadi rileks dan mati. Cahaya yang pergi dari mata saya. Usia tua dan rapuh, panca indera saya menghilang. Akhirnya menjadi sangat lemah dan tidak berdaya, saya bahkan tidak dapat mengangkat segelas air ke dalam mulut saya, dan akhirnya saya bahkan tidak dapat bernafas, dan saya meninggal. “Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan,” sebuah tubuh yang baru sama seperti para malaikat.

Itulah yang Yesus sampaikan, kita akan sama seperti malaikat. Bukan berarti bahwa kita akan menjadi malaikat. Kita akan menjadi sama seperti malaikat, dibangkitkan dalam kuasa. Mengapa seorang malaikat, seorang malaikat dapat mengambil rantai besi dan memutuskannya seperti tali senar, dia melakukannya ketika dia melepaskan Simon Petrus dari dalam penjara. Seorang malaikat pergi ke perkemahan Sanherib dan membunuh seratus delapan puluh lima ribu pasukan Sanherib—satu malaikat.

Kita akan sama seperti malaikat, tubuh ini, dibangkitkan dalam kuasa. Anda tahu, di dalam pikiran saya, saya dapat berpikir bahwa  saya berada di Hongkong, sekarang berkhotbah di Hongkong. Sekarang saya berada di Kalkuta. Sekarang saya berada di Ogbomosho. Sekarang saya berada di Refice, Brazil. Sekarang saya berada di Jakarta. Saya dapat pergi seperti itu. Seperti itulah keberadaan saya di dalam kebangkitan. Saya dapat berada di sana dan di sana, dengan sebuah kecepatan kilat seperti seorang malaikat: dibangkitkan dalam kuasa.

Allah melakukan beberapa hal yang hebat dan luar biasa di sisi lain dari alam semesta ini. Akan ada kekaguman dan pujian terhadapa apa yang telah Allah lakukan. “Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.” Lihatlah kita sekarang, bertambah tua pikun dan sekarat. Tetapi suatu hari, dibangkitkan dalam kuasa Allah seperti tubuh kebangkitan Kristus yang mulia.

Minggu ini saya telah membaca dan melintasi sebuah hal yang sangat menggembirakan jiwa saya. Pada masa-masa Ratu Mary berdarah ada dua martir yang dibakar di tiang pembakaran. Salah satu adalah orang buta, dan yang lainnya adalah seorang pria yang lumpuh, dua orang martir. Dan ketika mereka diikat ke tiang pembakaran, disanalah mereka, yang seorang buta dan yang lainnya lumpuh. Dan ketika seseorang datang dengan berkas kayu api dan api, orang yang lumpuh melemparkan tongkatnya dan berpaling ke sahabatnya yang buta dan berkata, “Berbesar hatilah sahabatku, karena hari ini api ini akan menyembuhkan kita berdua.”

Oh, tepat seperti itu. Orang buta, orang lumpuh, yang pikun dan tua renta, jika tidak sekarang akhirnya akan meninggal dunia. Tetapi ada tambahan lain, “Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah.” Manusia pertama sama seperti Adam, tetapi orang yang kedua sama seperti Tuhan yang turun dalam kemuliaan dan kita akan sama seperti Dia.

Saya harus berhenti. Tetapi pengharapan adalah sebuah pengharapan Kristen,. Itu adalah bagi orang-orang yang memandang Yesus. Akan ada kebangkitan bagi orang-orang yang terhilang, orang-orang yang terhukum, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya waktunya akan tiba ketika orang-orang yang berada di dalam kuburan akan mendengar suara Anak Allah”—mereka yang yakin dan percaya, ke dalam kebangkitan yang mulia, dari kebenaran dan dari sorga; mereka yang menolak panggilan anugerah dan kasih karunia, kepada kebangkitan penghukuman, kepada neraka dan nyala api.

Oh, saudaraku, apakah anda telah memandang Yesus? Apakah anda berada di dalam Kristus, apakah anda sudah siap? lakukanlah sekarang, lakuknlah sekarang. Dengarkanlah siaran radio ini, lihatlah ibadah ini melalui televisi, harinya adalah di sini, ketika hidup ini berlalu, tubuh ini akan hancur, ketika kelemahan dan kebusukan akan mendatangi kita.

Tetapi ada sebuah pengharapan di dalam Kristus. Ada sebuah janji di dalam Yesus. Terimalah Dia! Percayalah kepadaNya! Yakinlah kepadaNya! Dia telah dibangkitkan dari kematian, dan kuasa yang telah membangkitkan Kristus akan membangkitkan anda. Kita akan hidup bersama dengan Dia, percaya dan yakin kepada anugerahNya, undanganNya, seruanNya. Dimana pun anda pada hari ini, maukah anda melakukannya sekarang, pada hari ini? “Saya menerima pengharapan dan janji di dalam Kristus Yesus, Tuhan saya.”

Dan kumpulan orang banyak yang berada di sini, seseorang dari anda, berjalanlah ke dalam lorong bangku itu dan maju ke depan, “Pendeta, inilah saya dan saya datang sekarang. Hari ini, dengan anugerah Allah dan dengan pertolonganNya, saya mempercayai Yesus sebagai Juruselamat saya. Saya menyerahkan hati dan hidup saya kepadaNya. Dan inilah saya dalam pertobatan dan iman, memandang kepada Dia.”

Dan seseorang dari anda, yang ingin bergabung ke dalam persekutuan jemaat ini, bagaimana pun Allah akan membuat undangan, menekankan seruan, maukah anda datang? Seluruh keluarga anda, “Pendeta, kami semua berada di sini pada hari ini. Kami datang untuk bergabung ke dalam persekutuan jemaat ini.” Ketika Allah akan berfirman, dan ketika kita menyanyikan seruan, maukah anda datang dan maukah anda melakukannya sekarang, saat kita berdiri dan saat kita bernyanyi?

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.