YESUS ADALAH KORBAN ALLAH UNTUK DOSA-DOSA KITA

(JESUS IS GOD'S SACRIFICE FOR OUR SINS)

 

Dr. W. A. Criswell

 

11-04-95

 

1 Korintus 15:3

 

Khotbah pada hari ini adalah: “Korban Penebusan Allah Bagi Dosa-Dosa Kita. Latar belakang teks kita diambil dari bagian awal dan bagian terakhir dari 1 Korintus pasal lima belas:

Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.

Oleh Injil itu kamu diselamatkan….

Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,

Bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

Kemudian, bagian terakhir:

Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan….

Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Apakah anda memperhatikan bagaimana dia memparafrasakannya? “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri.” Paulus mengakui bahwa dia bukanlah inovatornya. Dia bukanlah sumbernya. Dia bukanlah penemunya. Dia adalah seorang penyampai pesan. Dia menerima pesan injil. Dan itulah yang dia sampaikan: “Aku menyampaikannya kepadamu.”   

Saya ingat: Dalam Perang Dunia Kedua, Raja Inggris menyampaikan pidato ke Amerika. Saya duduk di sana dan mendengarkannya: sebuah pidato yang sangat indah. Dan hari berikutnya, di surat kabar, saya membaca di mana kabel yang menghantarkan pidato ke Amerika itu putus tepat saat raja mulai berbicara. Dan seorang pekerja yang penuh dedikasi menangkap salah satu ujung kabel yang putus itu dan ujung kabel yang lainnya dan menghubungkannya melalui badannya sehingga seluruh pesan itu lewat melalui seluruh tubuhnya. Tepat seperti itulah apa yang dirujuk oleh Paulus di sini: “Aku menerima pesan ini dari Allah sendiri,” injil yang mulia tentang Yesus Kristus.

Dan apakah anda memperhatikan bagiamana dia menyebutnya, “injil?” Itu adalah kata Inggris lama untuk “kabar baik” Itu juga merupakan terjemahan dari kata Yunani euangelion, yang memiliki arti yang sama yaitu: “kabar baik.” 

Ketika anda mengutus seorang misionaris untuk memberitakan injil, itulah yang dia beritakan: kabar baik. Dan ketika seseorang berdiri di mimbar yang suci seperti ini, dan jika dia benar terhadap iman, itulah yang akan dia khotbahkan: kabar baik.

“Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci.” Dia telah dikuburkan dan pada hari yang ketiga Dia telah bangkit untuk pembenaran kita.

Injil. Tahukah anda? Anda lihatkah? Itu disebut kabar baik, kata yang luar biasa yang dapat diberikan Allah kepada kita dari sorga. Ketika anda pergi ke gereja dan itu tampak mati dan tumpul serta kering, dan anda pergi keluar dan melupakannya, betapa itu merupakan kebalikan dari tujuan Allah, sebab itu adalah pesan dari sorga, itu adalah kabar baik dan itu harus membawa sukacita yang tidak terbatas dan kebahagiaan bagi kita yang mendengarkannya dan kemudian, ketika kita keluar, kita membagikannya dengan dunia. 

Sekali lagi, saya sangat ingat, pada masa Perang Besar yang terakhir, kematian berbaris ke Bataan. Ketika pasukan Jepang menyerang pasukan kita di Filipina, MacArthur harus melarikan diri bersama dengan para prajurit sehingga dia harus mengumpulkan mereka di sekelilingnya untuk melarikan diri. Tetapi beberapa dari mereka dipenjarakan di Filipina dan berbaris dalam kematian di Bataan.  

Lalu, sebagaimana hari terus berlalu, orang-orang itu mati satu demi satu oleh kelaparan yang hebat, oleh perawatan yang tragis dari orang-orang Jepang. Itu merupakan salah satu hal yang paling menyedihkan yang dapat saya bayangkan.

Pendeta yang berada bersama dengan kelompok di Bataan itu dipenjarakan dalam sebuah area yang berkawat duri, saya telah bertemu dengan dia beberapa kali. Dan dia berkata, “Pada suatu malam yang gelap, kami mendengar para penembak jitu memotong kawat duri. Dan kemudian kami melihat dalam bayangan malam, orang-orang datang ke arah kami. Kami pikir itu adalah orang-orang Jepang, yang datang untuk membunuh kami. Dan ketika mereka mendekat, kami tidak dapat melakukan apa-apa selain berseru.” Dan dia berkata, “Para prajurit Amerika itu, ketika mereka datang mendekat, mereka berkata, ‘Tetap di sana, tetap di sana. Jenderal MacArthur telah datang. Dan orang-orang Amerika ada di sini. Dan kamu selamat.”’ Itu adalah kabar baik. Itu adalah injil: Pengumuman yang paling manis dan yang paling menyenangkan yang jatuh ke dalam telinga manusia.

Di bagian awal abad kesembilan belas ini merupakan sebuah kebangunan rohani yang luar biasa  di Welsh. Dan inilah sebuah lagu yang telah mereka nyanyikan:

 

Tuhan telah terbunuh di atas Kalvari.

Itulah kabar baik.

Itulah kabar baik.

Untuk menetapkan sebuah dunia

Bebas dari orang-orang berdosa

Itulah kabar baik,

Itulah kabar baik.

Di sanalah darahNya yang mulia telah tercurah.

Di sanalah Dia menundukkan kepalaNya yang suci

Tetapi sekarang, Dia telah bangkit

Dari kematian.

Itulah kabar baik,

Itulah kabar baik,

Karyanya hidup kembali di sekeliling

Itulah kabar baik,

Itulah kabar baik.

Dan banyaka yang telah menemukan keselamatan

Itulah kabar baik,

Itulah kabar baik.

Dan sejak saat itu, jiwa-jiwa ini

Telah mendapat nyala api,

Mereka berseru hosanna

Bagi namaNya

Dan di sekelilingnya

Mereka menyebarkan ketenaranNya.

Itulah berita baik,

Itulah berita baik.

Di mana dulu kita bertemu,

Engkau selalu berkata,

“Kabar baik apa,

Kabar baik apa?”

Berdoa, apakah yang menjadi pesanan dari hari?

Kabar baik apa,

Kabar baik apa?

Oh, aku telah mendapat kabar baik untuk disampaikan,

Juruselamatku telah menyelesaikan

Semuanya dengan baik

Dan berjaya selamanya atas

Kematian dan neraka.

Itulah kabar baik,

Itulah kabar baik.

 

Tidak ada dalam bahasa manusia yang dapat dibandingkan dengan kemuliaan kemenangan dari Injil Yesus Kristus atas dosa dan maut serta alam maut. Jadi, biarkan saya berbicara tentang hal ini untuk saat ini. Apakah kabar baik itu? Allah di dalam Kristus telah selesai dengan dosa-dosa kita. Sama seperti yang disampaikan oleh Mazmur seratus tiga: “Sejauh timur dari barat demikian dijauhkanNya dari pada kita pelanggaran kita.” Itulah kabar baik.

Kadang-kadang saya membayangkan tentang injil dan dampaknya yang luar biasa kepada kita. Seperti yang anda baca dalam Zakaharia, pasal 3, dia melihat Yosua, imam besar pada masa itu, berdiri di hadapan mezbah Allah. Dan dia mengenakan pakaian yang kotor. Dan di sampingnya ada Setan yang sedang mendakwa dia. Dan kemudian, sang nabi berkata, “Aku melihat seorang malaikat. Dan Allah menempatkan di dalam tangan malaikat itu sebuah pakaian putih yang bersih dan cemerlang, mulia dan sangat indah.” Dan Allah berkata kepada malaikat itu: “Pergilah ke imam besar. Dan tanggalkan jubah yang kotor itu dan kenakan kepadanya  dengan jubah putih, yag murni dan mulia yang berasal dari sorga.”

Tepat seperti itulah yang telah dilakukan oleh Yesus bagi kita: Jubah kita yang kotor, lapuk, yang penuh noda dari segala jenis dosa dan Allah di dalam Kristus telah menanggalkannya dan mengenakan kepada kita jubah yang putih, kebenaran dari Yesus Tuhan kita.

Apakah kabar baik itu? Bahwa Dia telah menang atas maut dan alam maut. Ada dua hal yang dikarakteristikkan kematian orang Kristen. Yang pertama: Dia menukar tubuh yang lama ini, yang tua dan rusak—Dia menukarnya ke dalam tubuh yang baru, yang sama seperti Kristus, tubuh yang mulia, yang ditransfigurasikan, dibangkitkan dari kematian.

Dan nomor dua: Bagi orang Kristen, kematian adalah pintu masuk kita ke dalam sorga dan ke dalam kemuliaan. Saya tidak pernah melupakan keberadaan saya yang terakhir bersama dengan ayah saya, tepat sebelum dia meninggal. Dia suka bernyanyi. Dan dia menyanyikan sebuah lagu kepada saya:

 

Aku akan bertemu denganmu pada pagi hari

Ketika semua kedukaan

Telah jauh berlalu

Aku akan berdiri di atas portal

Dengan gerbang yang terbuka lebar

 Diakhir  ujung kehidupan

Dari hari yang sangat melelahkan.

 

Dan setelah saya pergi untuk kembali kemari, ayah saya meninggal dunia. Itu adalah kematian bagi orang Kristen. Saya akan bertemu dengan anda esok pagi. Itu adalah cara dan pintu masuk ke dalam sorga. 

Apakah kabar baik itu? Hukuman yang mengerikan telah lewat bagi orang Kristen. Anda tahu, ketika saya membaca teks itu, “sengat maut,” kepada apakah hal itu dapat diaplikasikan kecuali kepada orang Kristen? “Sengat maut tidak ada lagi,” katanya, “bagi orang Kristen. Hanya kemenangan kita di dalam Kristus atas alam maut.”

Sengat maut merupakan konfrontasi terakhir yang dihadapi oleh orang yang terhilang di dalam hari penghakiman dari Allah Yang Mahatinggi. O, Tuhan, kematian yang tragis dari seseorang yang pergi ke dalam dunia yang lain tanpa Yesus. Tetapi bagi orang Kristen, hukuman itu telah berlalu. Yesus telah mati bagi kita dan telah menerima hukuman itu atas dosa-dosa kita. Dia telah melakukannya di atas kayu Salib. Dan sekarang kita bebas. Hukuman bagi kita telah berlalu.

Di luar sana, di Teksas Barat, di mana saya tumbuh besar, sesekali akan terjadi kebakaran padang rumput yang sangat luas dari horizon ke horizon. Dan saya membayangkan tentang salah satu pemilik peternakan itu. Di sanalah rumahnya. Dan di sanalah seluruh harta dari kehidupan peternakannya. Dan badai besar yang mengerikan sedang datang.

Dan apa yang dia lakukan? Di sekitar rumahnya dan di sekitar peternakannya dia membakar api. Dia membuat api di sekelilingnya. Dan rumahnya sekarang berdiri dalam sebuah area luas yang sudah terbakar. Dan ketika kebakaran padang rumput yang luas itu datang, api itu sama sekali tidak menyentuhnya. Karena lokasi di sekelilingnya telah terbakar.

Seperti itulah yang telah dilakukan Yesus bagi kita. Hukuman yang besar telah berlalu. Yesus mengahadapinya bagi kita di atas kayu salib. Dan kita telah bebas, Kita hidup.

Yang lainnya: Kabar baik adalah berkat dari keselamatan kita dan pintu masuk kita ke dalam sorga dan hidup kita yang kekal adalah bagi setiap orang. Apakah anda memperhatikan ketika saya membaca bagian ini, dia menggunakan  kata ganti jamak. Dia berkata: “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita “—plural, kata ganti “kita”—“kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Tangan Allah direntangkan sama lebarnya dengan lebar dunia ini. Dan seperti yang disampaikan malaikat dalam Kitab Lukas: “Kesukaan besar untuk seluruh bangsa, untuk seluruh umat manusia di mana saja.”

Anda tahu, berpikir tentang hal itu, teks terbesar di dalam Alkitab memiliki kata “setiap orang” di dalamnya: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang”—siapa saja. Dan kemudian saya ingat lagi. Kesimpulan undangan terakhir dari Allah di dalam Alkitab juga dilakukan dengan cara yang sama: 

Roh dan pengantin perempuan itu berkata, “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang. Dan barangsiapa yang mau

--Setiap orang. Saya. Anda. Mereka—

hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma. 

--Hendaklah ia datang. Setiap orang. 

Simon Petrus, yang mengutuk dan bersumpah bahwa dia tidak pernah mengenal Tuhan, Yesus akan mengampuni dia. Tomas yang ragu bahwa Tuhan dapat bangkit dari kematian, jika ia datang, ia akan diampuni. Imam besar yang mengepalai Sanhedrin untuk menghukum Yesus sampai mati, jika ia datang, ia akan diampuni. Para pengkritik yang mengerikan itu, sekalipun ia telah memukuli Tuhan sehingga menyebabkan banyak luka, jika dia datang, dia akan diampuni. Orang-orang tercela, orang-orang yang meremehkan dan meludahiNya dan mencabut janggutNya dan mengejekNya, jika mereka datang, mereka akan diampuni.

Saya sering membayangkan tentang orang-orang yang memaku tanganNya ke kayu salib. Allah Mahabesar! Tetapi jika ia datang, dia akan diampuni. Dan prajurit yang menikam lambungNya dengan tombak dan jantungNya, jika dia datang, ia akan diampuni. Itu adalah untuk setiap orang, untuk anda. Untuk setiap orang—saya. Untuk setiap orang—yaitu kita. Semuanya disambut.

Seperti yang diketahui oleh beberapa orang dari anda, Jumat malam yang lalu saya telah menyampaikan pidato di Konvensi Guru Sekolah Minggu Negara Bagian di Alabama. Dalam sebuah ruangan gereja yang sangat indah dan luas, yang dipenuhi oleh sekitar 3000 orang. Dan ketika pidato saya telah selesai, petugas yang memimpin, presiden dari konvensi itu, berkata bahwa saya harus duduk di meja bagian depan. Dan setiap orang yang ingin membawa sebuah Alkitab, saya akan menandatanginya untuk mereka.   

Lalu, saya duduk di meja depan. Dan di antara orang-orang yang maju ke depan dengan sebuah Alkitab, datanglah seorang pria besar. Dan ketika saya duduk di sana, saya tidak pernah mendengar sebuah kesaksian yang sangat penuh dan sempurna dalam sebuah waktu yang sangat singkat seperti itu.

Dia berkata kepada saya, “Ketika saya masih muda, saya membunuh seorang pria. Dan ketika saya disidang, saya dihukum untuk tinggal di dalam penjara. Dengan surat keputusan, saya harus berada di sana setidaknya selama 15 tahun sebelum saya menjadi seorang kandidat untuk sebuah pembebasan bersyarat.”

Kemudian, dia berkata, “Dihukum dalam sebuah penjara, sebelum mereka mempersiapkan saya untuk dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan negara bagian, seorang wanita yang cantik menuntun saya kepada Yesus.” Kemudian, “Selama 15 tahun, saya jatuh cinta kepadanya. Dan dia menulis surat dan datang menemui saya.”

Dan, dia berkata, “Dia telah menunggu saya selama lima belas tahun. Dan setelah lima belas tahun, saya mendapat pembebasan bersyarat. Dan kami menikah. Dan Allah memanggil saya untuk berkhotbah.”

Dan dia berkata, “Sekarang, saya merupakan seorang gembala yang diberkati Allah, yang menghormati Kristus, dari gereja Spirit-filled Baptist di Alabama ini.”

Oh, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan melihat atau mendengar hal seperti itu sebelumnya. Dan ketika hari-hari berlalu, saya berpaling ke dalam hal itu, saya berpaling ke dalam pikiran saya, pembunuh itu, yang sekarang menjadi seorang gembala dari gereja Baptis di Alabama.

Dan anda tahu apa? Saya memiliki sebuah pengalaman sejak itu. Dia adalah seorang pembunuh, dan sekarang, seorang gembala jemaat. Dan kemudian saya mendapat bayangan tentang diri saya.  Saya menangis ketika saya bertobat saat saya masih kecil. Saya menangis. Mengapa saya menangis? Kemudian, ketika saya berdiri pada suatu Rabu malam untuk bersaksi tentang kasih Tuhan dan anugerahNya kepada saya, saya menangis. Dan ribuan kali sejak saat itu, saya berdoa di hadapan Allah: “O Tuhan, ampunilah dosa-dosa saya dan kuatkanlah saya oleh kasih dan anugerahMu.”

Saya duga, saya telah berdoa beberapa kali setiap hari tentang pengembaraan kekristenan saya. Dan kemudian saya membayangkan tentang pembunuh itu dan saya. Setiap orang dapat datang dan diselamatkan dan disambut dan ditebus serta diampuni. Setiap orang dapat datang, tidak peduli siapa pun dia. Dan itu termasuk kita semua. Kita semua telah berdosa, telah kehilangan kemuliaan Allah. Dia adalah seorang pembunuh. Ya. Saya adalah seorang pendosa. Ya. Dan itu adalah kabar baik.

 

O Allah,  O Allah

Diselamatkan oleh darah

Dari Pribadi yang telah tersalib.

Semua pujian bagi Bapa,

Semua pujian bagi Anak

Tiga yang agung dalam satu

 Diselamatkan oleh darah

Dari Pribadi yang telah tersalib.

 

Dia dan saya serta anda pujilah namaNya sampai selama-lamanya. Sekarang di hadapanNya, bolehkah kita berdiri.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.