INSPIRASI DAN WAHYU

(INSPIRATION AND REVELATION)

 

Dr. W. A. Criswell

 

11-11-87

 

1 Korintus 7:12

 

Ini adalah sebuah studi yang paling menarik dan paling membutuhkan penjelasan dan pencerahan. Dan saya berdoa agar anda juga memiliki pikiran yang sama, baik bagi anda semua yang ada di ruangan ini di Gereja First Baptist ini maupun bagi anda yang sedang mendengarkan ibadah ini melalui siaran radio. 

Subjek kita Inspirasi dan Pewahyuan. Dan itulah yang harus dilakukan oleh Firman Allah, mengkomunikasikan dan menyingkapkan hadirat dan pikiran Tuhan kita bagi kita.

Mari kita lihat di dalam suart 1 Korintus pasal tujuh, di sana, Paulus sedang menulis berkaitan dengan pernikahan dan orang-orang yang tidak menikah. Dan di ayat 6 dia berkata: “Hal ini kukatakan kepadamu sebagai kelonggaran, bukan sebagai perintah.”  Di ayat 12, dia menulis:

Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. 

Dan seterusnya.

“Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan.”  Dan di ayat 25:

Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.

Dan ayat terakhir di dalam pasal itu, ayat 40: “Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai Roh Allah.”

Ini hanyalah bagian-bagian dari satu pasal. Dan dalam pasal ini, Paulus membuat sebuah perbedaan yang hebat antara Firman Allah, apa yang Tuhan sampaikan, dan apa yang dia nyatakan secara pribadi, di dalam penilaiannya. Jadi, hal itu menuntun kita bagaimana Kitab Suci itu ditulis.  

Paulus tidak pernah mengetahui bahwa tulisan-tulisannya akan menjadi Firman Allah yang tidak ada salah. Surat-surat yang dia buat persis sama seperti surat-surat yang anda tulis. Hal-hal ini secara pribadi dialamatkan kepada orang-orang yang menjadi tujuan pengiriman surat itu. Sebagai contoh, di dalam Kitab Roma, pasal yang terakhir yaitu pasal enam belas, dia menyampaikan salam kepada sahabat-sahabatnya yang berada di sana, persis sama seperti tulisan dari sebuah surat pribadi.

Di dalam 2 Timotius 4 ayat 13, dia menulis tentang hal-hal pribadi. Saya kutip: “Jika engkau ke mari, Timotius, bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu,” gulungan-gulungan dari Alkitab..

Apakah itu, termasuk Firman Allah, permintaan-permintaan yang dia buat ini? Sama sekali tidak. Apa yang dia tulis adalah tanpa kesalahan, tetapi itu bukan sebuah wahyu dari Allah. Tidak ada wahyu dari Allah di dalam permintaannya kepada Timotius agar dia membawa jubah yang dia tinggalkan di rumah Karpus. Tidak ada  wahyu tertentu dari Allah, dalam salam yang dia sampaikan kepada sahabat-sahabatnya di Roma.

Dia menulis di dalam terang dari kedatangan Kristus yang akan segera terjadi. Saya pikir tidak ada sebuah keraguan bahwa Paulus percaya, di dalam diskusi-diskusi pelayanannya, bahwa Yesus akan datang kembali. Dia tidak memiliki gagasan bahwa dunia akan terus berlangsung begitu panjang. Sebagai contoh, di dalam 1 Korintus 7: 29 dan 30, di dalam pasal ini, dia menulis:  

Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli.

Saya pikir, tanpa keraguan, Paulus percaya, bahwa Yesus datang pada masa hidupnya.

Lalu, lihatlah ke dalam Kitab Suci yang kudus ini, ke dalam Alkitab yang kudus ini. Kitab Suci adalah Allah dan manusia, ia adalah keduanya. Kitab Suci sama seperti Kristus sendiri. Kristus bukanlah sebagian Allah dan sebagian manusia. Kristus tidak hanya Allah dan tidak hanya manusia. Kristus adalah Allah seutuhnya dan manusia seutuhnya. 

Demikian juga dengan Alkitab. Ia tidak hanya ditulis oleh Allah. Ia tidak hanya ditulis oleh manusia. Ia ditulis seutuhnya oleh Allah dan seutuhnya oleh manusia.

Yang pertama, Allah—2 Timotius 3:16: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah”—theopneustos. Itu adalah “nafas Allah.” Tidak ada keraguan bahwa Kitab Suci diinspirasikan. Mereka adalah sebuah wahyu dari pikiran Allah.  

Anda melihat hal itu di dalam penggenapan nubuatan-nubuatan. Di dalam Alkitab, banyak hal yang dinyatakan beratus-ratus tahun sebelumnya, sebelum akhirnya mereka digenapi. Saya sering berkata kepada anda, bagaimana seseorang dapat menjadi jutaan, jika anda bisa melihat apa yang akan terjadi dalam waktu lima menit di hadapan anda. Membeli sebuah saham di New York Exchange sebelum saham itu naik dan menjualnya sebelum harganya turun. Dan anda akan menjadi seorang jutawan dalam waktu yang singkat, jika anda tahu apa yang akan terjadi lima menit kedepan.

Tetapi Alkitab akan menyingkapkan hal-hal yang digenapi di masa depan, beratus-ratus tahun sebelumnya. Ia miliki sebuah harmoni yang agung. Ia ditulis dalam sebuah periode sekitar 1.500 tahun yang ditulis oleh sekitar 42 penulis yang berbeda. Dan kemudian, ia memiliki sebuah keharmonisan dalam keseluruhannya.

Ia memiliki kuasa untuk meregenerasikan dan mengubahkan. Ia adalah sebuah otoritas dengan sifat bawaan yang ada di dalam dirinya sendiri. Ia tidak pernah membela dirinya sendiri sebagai Firman Allah. Alkitab adalah sebagaimana adanya ia.  

Saya sering takjub, mengapa di dalam Alkitab, tidak ada penyajian tentang relaitas Allah. Hanya ada satu-satunya kalimat di dalam Alkitab berkaitan dengan wahyu, dan kesadaran serta realitas tentang Allah. Dan kalimat itu terdapat dalam Mazmur 14 ayat satu, di situ disebutkan: “Orang bebal berkata dalam hatinya: Tidak ada Allah.” Dan hanya itu. Tidak ada di dalam seluruh Firman Allah sebuah pernyataan yang membela realitas dari kesadaran Tuhan Yehova. 

Ini adalah Alkitab: ditulis oleh Allah, tetapi juga ditulis oleh manusia. Matius menulis sebagai seorang Matius, dirinya sendiri adalah penulis injil itu. Dan dia menulis untuk orang-orang Yahudi. Markus adalah seseorang yang penuh tindakan dan dia menulis untuk orang Roma. Lukas adalah seorang dokter yang hebat dan dia menulis untuk umat manusia. Yohanes adalah seorang mistikus, menulis untuk perenungan dan meditasi. Mereka adalah manusia dan mereka menulis berdasarkan bagaimana mereka merespon pesan Allah yang luar biasa. Ditulis seutuhnya oleh Allah dan seutuhnya oleh manusia, seperti Tuhan kita sendiri yang seutuhnya adalah Allah dan manusia seutuhnya: sebuah mujizat dari sorga.

Lalu, hal ini memimpin kepada sebuah perkataan berkaitan dengan perbedaan antara wahyu dan inspirasi. Wahyu adalah sesuatu yang disingkapkan Allah. Paulus sebagai contoh, menerima pesan injilnya secara istimewa dari Kristus sendiri, yaiu melalui wahyu. 

Saya tidak membesar-besarkannya ketika saya berkata bahwa tulisan-tulisan Paulus adalah injil kelima. Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus. Dia menerima hal itu secara langsung dari Kristus sendiri. Seperti yang dia sampaikan dalam Galatia 1 ayat 11 dan 12:

Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.

Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

Dan dia terus melanjutkan pengakuan itu—di dalam surat kepada jemat-jemaat Galatia, pasal yang sama, yaitu pasal satu ayat 15:

Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;  juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.

Dia berkata: Aku tidak menerima berita ini dari manusia. Rasul-rasul tidak mengajarkannya kepadaku. Hal itu disampaikan kepadaku melalui wahyu dari Kristus sendiri, di dalam waktu tiga tahun yang dia habiskan sendirian bersama dengan Tuhan di Arab.”

Itulah sebabnya mengapa sering kali ketika kita mengadakan Perjamuan Tuhan di sini, di dalam permulaan bagian itu, yaitu dalam 1 Korintus 11 ayat 23, Paulus berkata: “Sebab apa yang ku teruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

Paulus berkata: “Apa yang telah aku terima, aku terima dari Tuhan.” Hal itu diberikan kepadanya oleh wahyu yang langsung berasal dari Kristus sendiri. 

Lalu, anda juga dapat melihat itu di sepanjang tulisan-tulisan Paulus. Sebagai contoh, di dalam Efesus 3 ayat 2 dan 3, Paulus berkata: “Tugas penyelengaraan kasih karunia Allah yang dipercayakan kepadaku”—bagaimana?—“yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu.” Dan tentu saja apa yang sedang dia bicarakan adalah pengangkatan jemaat yang luar biasa dan kedatangan kembali dari Tuhan. Dengan wahyu Allah, hal itu dinyatakan kepadanya. 

Dan di dalam 1 Tesalonika 4 ayat 15, dia berbicara tentang wahyu dari raptur atau pengangkatan: “Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan.” Tuhan yang menyampikannya. Tuhan yang menyingkapkannya kepadaku dan sekarang aku menyampaikannya kepadamu. 

Dan tentu saja, kita tahu, sebagai sebuah latar belakang. Wahyu yang luar biasa dari Tuhan yang telah bangkit dan yang telah diimuliakan adalah Wahyu yang disampaikan kepada rasul yang kudus yaitu Yohanes, yang berada di pulau Patmos, dan perintah untuk menuliskan hal-hal yang terjadi sesudahnya. Jadi itu adalah wahyu.

Lalu, sekarang saya akan berbicara tentang inspirasi. Ini bukanlah sebuah bagian dari wahyu Yesus Kristus. jadi di dalam bagian yang saya baca di dalam 1 Korintus 7 ayat dua puluh lima: “Aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.”

Semua tulisan Paulus, dia tulis dengan inspirasi—semuanya itu tanpa kesalahan, dan tidak ada salah. Dia menyatakan hal itu dalam 2 Timotius 3: 16.  2 Petrus 1:21 menyatakan: Tetapi oleh dorongan Roh Kudus, orang-orang berbicara atas nama Allah.” Mereka berbicara bukan dengan pewahyuan, tetapi oleh inspirasi. Roh Kudus dari Allah menjaganya dari kesalahan di dalam tulisan-tulisan mereka dan di dalam penilaian mereka.

Lalu, Simon Petus menulis di dalam Surat Kedua, pasal 5 ayat 15 dan 16, Dia menulis tentang surat-surat Paulus:

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.

Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami , … 

Dan saudara, itu adalah sebuah keterangan. Beberapa hal yang ditulis oleh Paulus, adalah hal yang harus anda pelajari selamanya.

… sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.

Itu adalah sebuah penghormatan yang luar biasa  terhadap apa yang Paulus tulis di dalam surat-suratnya: Simon Petrus menyebut mereka Kitab Suci. Mereka ditulis berdasarkan inspirasi. Itu berarti mereka tidak memiliki kesalahan. Mereka adalah pernyataan dari Roh Allah di dalam hati dan pikirannya sendiri, ketika dia berusaha keras untuk menyingkapkan Roh Kristus. Tetapi, dia membuat sebuah perbedaaan antara apa yang disingkapkan kepadanya dari Tuhan dan apa yang merupakan penilaiannya sendiri di bawah pimpinan Allah. 

Lalu, di tangan saya, ada sebuah Alkitab bahasa Inggris. Ini adalah Alkitab Versi King James. Ini adalah Alkitab yang dari dalamnya saya berkhotbah, sepanjang seluruh hidup saya dan selama saya masih hidup.

Tetapi Kitab Suci tidak ditulis dalam bahasa Inggris. Di dalam Perjanjian Lama, mereka ditulis dalam bahasa Ibrani, dan setengah dari kitab Daniel ditulis dalam bahasa Aramik. Dan tentu saja, Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. 

Lalu, manuskrip-manuskrip asli Alkitab telah hilang sejak semula. Mereka tidak dipelihara. Mengapa Allah tidak memelihara manuskrip-manuskrip asli itu? Mengapa kita tidak Injil Matius di suatu tempat, yang ditulis oleh Matius oleh tangannya sendiri Atau mengapa kita memiliki 1 Korintus ini, yang ditulis oleh tangan Paulus sendiri?

Mengapa kita tidak memilikinya? Saya memiliki sebuah penilaian manusia berkaitan dengan hal itu. Biarkan saya membacakan kepada anda dari 2 Raja-Raja 18, ayat 4:

Raja Hizkia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan.

Jika kita memiliki injil Matius, yang ditulis oleh Matius, atau kitab Roma, ditulis oleh Paulus, saya akan berpikir hal yang sama yang telah terjadi pada ular tembaga, yang ditinggikan oleh Musa di tengah-tengah Israel dan disembah oleh Israel selama 700 tahun. Saya dapat berkata bahwa hal yang sama akan terjadi jika kita memiliki autografa-autografa itu. 

Biarkan saya memberikan contoh lain kepada anda tentang hal itu di dalam Alkitab. Di dalam 1 Raja-Raja 18 ayat 8, ketika Elia berada di puncak Gunung Karmel, berdoa kepada Alllah untuk sebuah penegasan dari pelayanannya, lalu turunlah api Tuhan menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.  Allah membakar semuanya, seandainya altar Elia itu tetap ada, apa yang telah mereka lakukan dalam menyembah ular tembaga Musa, akan mereka lakukan juga dengan menyembah altar Elia. 

Lalu, akan ada penyembahan terhadap gulungan-gulungan Alkitab sebagai ganti dari pesan yang ada di dalam gulungan-gulungan Alkitab itu yang menjangkau hati kita. Allah telah menghancurkan mereka. Allah tidak memelihara mereka. Mereka berada di dalam tangan kita di dalam kata-kata terjemahan dan di dalam pemeliharaan ahli-ahli tulis.    

Lalu, di dalam sebuah terjemahan—dan, ini adalah terjemahan Inggris dari gulungan-gulungan kudus itu yang ditulis oleh nabi-nabi dan rasul-rasul. Selalu saja, di dalam sebuah terjemahan, ada sebuah arti yang mendekati sama, kata demi kata, ia memiliki arti yang mendekati sama karena  banyak kata di dalam sebuah bahasa tidak memiliki makna yang setara di dalam kata-kata yang ada di dalam bahasa yang lainnya. Tidak ada sebuah hal yang seperti itu. Versi adalah sebuah usaha untuk mencoba menerjemahkan  bahasa ini ke dalam bahasa lainnya.

Lalu Alkitab King James Version  1611, yang saya pegang di tangan saya: Itu adalah sebuah usaha untuk menerjemahkan bahasa Ibrani di dalam Perjanjian Lama dan bahasa Yunani di dalam Perjanjian Baru. Pada tahun 1611, 47 sarjana ditunjuk oleh raja James, Raja Inggris. Dan mereka bertemu di dalam enam kelompok di dalam tiga Universitas: di Oxford, di Cambridge dan di Westminster.  Dan setiap kelompok dipercayakan dengan sebuah bagian dari manuskrip-manuskrip kuno itu. Dan kemudian mereka membandingkan dan menyusunnya sebagai sebuah kesatuan. Mereka menciptakan sebuah karya yang luar biasa. Tidak ada yang seperti itu di bumi, untuk beberapa alasan. Yang pertama: mereka tinggal pada masa bahasa Shakespeare.  

Itu merupakan bahasa yang sangat indah, yang paling ekspresif, dan sangat penuh makna yang pernah dipikirkan oleh umat manusia. Bahasa Inggris Shakespear yang luar biasa.   

Lalu, Dr. Merril yang baik: Ini adalah penilaian lainnya dari manusia. Saya pikir Alkitab versi King James lebih indah secara praktikal dari seluruh Ibrani dan Yunani. Ada beberapa pengecualian terhadap hal itu. Tetapi saya hanya menyatakan kepada anda bahwa tidak ada di dalam bahasa manusia seindah dari pada bahasa Inggris Shakespera. Dan Alkitab ini diterjemahkan ketika bahasa Inggris Shakespeare berada pada masa puncaknya.

Dan hal yang kedua tentang terjemahan ini: Alkitab ini diterjemahkan ketika Reformasi membawa ke dalam hati manusia sola scriptura, bukan edik Roma, tetapi Firman Allah—otoritas dari Firman Allah. Dan orang-orang itu dan para pemimpin Kristen pada tahun 1611 kembali kepada Firman Allah, melampaui setiap caara yang dapat kita ketahui, karena mereka berada di dalam pusat Reformasi yang hebat—mereka beraada dalam peninggian dan pengagungaan otoritas dari Firman Allah.

Baiklah. Observasi yang lainnya: karakter dan kehormatan dari terjemahan itu melampaui segala sesuatu yang pernah dikenal oleh dunia. Orang-orang yang menerjemahkannya, di dalam amanat mereka kepada raja setelah pekerjaaan mereka selesai, mengekspresikan dedikasi mereka yang luhur.   

Kebanyakan dari anda tidak penah mengambil waktu untuk membaca amanat ini kepada raja di dalam bagian para penerjemah itu. Ambillah sebuah Alkitab anda, Alkitab versi King James dan bacalah. Itu sangat luar biasa; Ketaatan dan kesuciaan dari orang-orang itu ketika mereka memberikan diri mereka untuk menerjemankan Firman Tuhan ke dalam Alkitab versi King James. 

Biarkan saya memberikan sebuah contoh kepada anda, yang saya lewati sekitar satu hari yang lalu. Ada seorang warga Belanda yang ingin belajar bahasa Inggris. Dia adalah seorang kafir. Dia adalah seorang yang tidak percaya. Jadi, agar dapat mempelajari bahasa Inggris, dia memperoleh sebuah Alkitab yang pararel. Ini adalah sebuah bahasa Inggris—Alkitab versi King James. Dan sebuah versi yang sama dalam bahasa Belanda.

Dan akhirnya dia bertobat dengan luar biasa. Dia menjadi seorang Kristen yang mulia, mempelajari bahasa Inggris dengan terjemahan Belanda dari Alkitab versi King James Version. 

Apakah anda tahu apa yang saya pikirkan tentang Alkitab versi King James? Seorang musuh menyapa salah satu pengawal Julius Kaisar  dan menertawakan pedang pendeknya, akibatnya pengawal itu menusuknya dengan pedang pendek itu. Itu merupakan sebuah pernyataan yang manis dari kekuatan dan kuasa dari pedang yang ditertawakan oleh musuh itu.

Pedang Allah sama seperti itu. Ia memiliki sebuah tusukan di dalamnya. Ia memiliki sebuah otoritas di dalamnya. Tidak ada yang seperti itu di dalam bahasa manusia. 

Kemudian, saya ingin membuat pengakuan lainnya; dan itu adalah hal ini: Allah melakukan sesuatu ketika Tuhan mengijinkan autografa atau tulisan asli Alkitab untuk dihancurkan—dan kita tidak memiliki mereka—Allah telah melakukan sesuatu yang luar biasa. Manuskrip yang asli telah hilang, itu benar. Tetapi kita dapat memiliki jaminan bahwa kita memiliki apa yang ditulis oleh orang-orang itu, apa yang dinyatakan oleh manuskrip asli itu.   

Kita mengetahui hal itu melalui salinannya yang begitu banyak. Jika seorang ahli tulis membuat sebuah kesalahan, anda tahu, menyalin Alkitab, beratus-ratus tahun sebelum diketik, anda tahu, ahli tulis ini menulis salinan-salinan itu. Jika seorang ahli tulis membuat sebuah kesalahan, hal itu dapat dilihat dengan mudah dengan membandingkan salinan-salinan itu. Ini adalah sebuah salinan. Ini adalah sebuah salinan. Ini adalah sebuah salinan. Dan anda dapat dengan mudah melihat di mana ahli tulis itu membuat sebuah kesalahan dengan membandingkan salinan yang banyak ini.

Allah telah melakukan sesuatu yang luar biasa di sini—sesuatu yang sukar untuk dipercayai di sini. Sekarang anda dengarkanlah hal ini. Ada sebuah manuskrip dari catatan sejarah Tacitus. Ada sebuah manuskrip dari kumpulan puisi Yunani. Ada beberapa manuskrip yang sangat sedikit dari tahun-tahun yang lebih lambat dari Sophocles, Thucydides, Euripides, Virgil, and Cicero.

Tetapi ada ribuan manuskrip awal dari Kitab Suci. Ada 4.105 manuskrip Yunani kuno dari Perjanjian Baru. Ada sekitar 15.000 dan 30.000 versi Latin kuno dari Alkitab. Dan ada lebih dari 1.000 versi lain dari Firman Suci.

Dengan jaminan yang sempurna, anda dapat membuka Alkitab anda dan membaca Firman Allah yang tiada salah. Semua yang anda butuhkan untuk dilakukan adalah membandingkan ribuan manuskrip untuk mengetahui apa yang disampaikan apa yang disampaikan oleh manuskrip asli. Allah melakukannya demikian sehingga kita dapat membaca Alkitab dengan jamianan yang indah dan luar biasa.

Lalu, apakah anda menyukai hal itu? Saudara yang terkasih, saya lebih suka mempelajari hal-hal ini dari pada makan. Saya suka untuk mempelajari hal-hal tentang Allah dan Firman Allah serta kehendak Allah bagi kita. Hal itu sangat menarik bagi saya. Hal-hal ini saya tidak khotbahkan pada hari minggu. Saya mempersiapkan sebuah khotbah tekstual atau sebuah khotbah eksposisi pada hari minggu. Tetapi di dalam pembelajaran saya, saya mendapati ribuan hal yang sangat menarik. Dan saya tidak akan memiliki waktu untuk mengkhotbahkannya pada hari minggu. Tetapi mereka sangat menarik bagi saya, seperti pelajaran ini, dan sangat bermakna bagi hati saya. Saya hanya suka untuk mempersiapkannya dan menyampaikannya pada hari rabu malam. Jika anda merasa bosan dengan mereka, anda boleh datang kepada saya dan berkata, “Pendeta, sekarang cukup sudah. Mari kita melakukan sesuatu yang lain.”  

Tuhan sangat baik bagi kita semua, ketika kita bertumbuh di dalam anugerah dan  dan di dalam pengetahuan Juruselamat kita yang luar biasa. Sekarang, kita akan menyanyikan sebuah lagu.

 

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, ThM