KRISTUS KUASA ALLAH

(CHRIST THE POWER OF GOD)

 

Dr. W. A. Criswell

 

13-03-55

I Korintus 1:18-20

 

Inilah pendeta yang sedang menyampaikan khotbah pagi. Dan teks khotbah serta judul khotbah kita adalah sama, yaitu: Kristus, Kuasa Allah. Di dalam seri khotbah kita melalui Alkitab, kita telah berada di dalam surat 1 Korintus pasal yang pertama.

Dan minggu malam yang lalu, ketika saya berkhotbah di sini, kita menutupnya dalam ayat tujuh belas. Jadi, pada pagi hari ini kita mulai dari ayat 18 di dalam surat 1 Korintus pasal 1. 

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

Karena ada tertulis: "Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan."

Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?

Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,

Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.  

Sukar bagi anda untuk menemukan sebuah hal yang akurat atau ringkasan yang singkat tapi jelas menyangkut penerimaan dari pesan kekristenan di imperium Roma dari pada apa yang Paulus tuliskan di dalam ayat 23 ini.

Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi—dan dalam bahasa Yunani kata itu adalah  scandalon. Untuk orang-orang Yahudi suatu scandalon. Dan di dalam bahasa Inggris kita mengambilnya secara utuh dari kata itu, suatu skandal. Untuk orang-orang Yahudi suatu scandalon, suatu skandal.

Untuk diangkat sebagai pengharapan dan Juruselamat dunia, seseorang yang mati di atas tiang gantungan. Seakan-akan pada masa kita dan di dalam bahasa kita dan di dalam kebiasaan kita, kita bersujud di hadapan kursi listrik, ini adalah tanda dari keselamatan dunia. Yesus disalibkan, untuk orang-orang Yahudi, itu adalah suatu scandalon.

Untuk orang-orang Yunani—dan kata Yunaninya adalah moria. Dan di dalam bahasa Inggris anda mentransfer kata itu ke dalam bahasa kita juga. Suatu moron, moronic, idiocy, foolishness (orang pandir, pandir,  kebodohan, ketololan). Bagi orang-orang Yunani yang cerdas, yang terpelajar, yang berbudaya, yang berpendidikan, pemberitaan Injil Kristus merupakan sebuah kebodohan, sebuah ketololan, sebuah hal yang pandir.

Tetapi bagi kita yang telah dipanggil, orang-orang pilihan Allah, bagi kita yang telah diselamatkan sekalipun Yahudi atau Yunani, Kristus – dan dalam bahasa Yunnai kata itu adalah dunamis. Dan kita mentransfer kata itu secara utuh ke dalam bahasa kita. Dinamit, dynamo, dinamik. Kristus, kuasa, dinamit dari Allah.

Bukankah itu sebuah hal yang luar biasa, hal ajaib yang telah digenapi? Bagi kita, salib adalah symbol dari segala sesuatu yang terhormat dan kesalehan dan pengorbanan dan kebiakan dan kekristenan. Kita meninggikan hal itu.

Ketika saya membayangkan salib, saya tidak pernah membayangkan sesuatu yang berdarah, sebuah pohon yang berdarah yang dinaikkan di atas sebuah bukit. Saya membayangkan anda mengenakannya di sekitar leher anda. Ia berada di atas menara gereja. Itu adalah hiasan. Yang terbuat dari emas atau setidaknya dari perak atau tentu saja saja sebuah sepuhan.

Semaunya itu adalah milik kita. Tetapi bagi mereka, salib Roma memiliki signifikasi dan konotasi dari sebuah kursi listrik atau tiang gantungan. Itu adalah simbol hukuman mati, penghukuman yang terberat.  

Dan ketika mereka memberitakan Kristus di atas salib sebagai Juruselamat dunia itu merupakan sebuah injil yang sangat mengherankan. Dan bagi orang Yunani yang terpelajar itu merupakan sebuah kebodohan dan hal yang tolol. Dan akan tetapi dengan sebuah waktu yang singkat para penginjil itu dan rasul-rasul itu dan para pengkhotbah itu memenangkan peradaban dunia untuk beriman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Saya katakana itu adalah sebuah perkembangan yang ajaib dan yang terbesar di dalam seluruh masa dan di dalam seluruh catatan sejarah umat manusia. Saya takjub akan hal itu. Dan anda tidak dapat membaca sejarah bagi diri anda sendiri dan tidak berdiri dalam rasa yang menakjubkan di hadapan fakta itu.

Tahukah anda mujijat terbesar yang pernah ditampilkan dibandingkan dengan mujijat lain yang pernah dicatat di dalam firman kudus adalah keajaiban dari Yesus sendiri?

Terhadap batu karang realitas dan kehadiran dari Kristus yang hidup, bala tentara Setan sepanjang abad seperti hentakan ombak di lautan yang memiliki detakan dari ateisme, agnotisme, kekafiran, materialisme, filsafat palsu, ideologi palsu, ilmu pengetahuan yang semu dan kemudian setelah melewati berbagai zaman, di sana Yesus berdiri dengan mulia, dengan kokoh, lebih hebat dan lebih kuat dibandiingkan dengan Dia sebelumnya.

Kristus. Kristus karunia Allah, kasih Allah, Firman Allah. Kristus dinamit. Kristus kuasa Allah.

Dan khotbah pada pagi hari ini, sangat jarang saya buat menjadi sebuah homelitik, tetapi saya memilikinya pada pagi hari ini. Ini adalah sebuah khotbah homelitik. Yang pertama saya akan berbicara tentang daya tarik Kristus. Kristus, kuasa Allah untuk menarik manusia kepada diriNya sendiri.

Kemudian saya akan berbicara tentang penjelmaan Kristus. Kristus kuasa Allah untuk mengubah hati manusia. Kemudian saya akan berbicara tentang Kristus yang menyelamatkan, Kristus sumber dari kebajikan yang menyelamatkan jiwa manusia.

Sekarang, yang pertama, daya tarik Kristus. Kristus, kuasa Allah untuk menarik manusia bagi diriNya sendiri. Saya akan berbicara tentang hal ajaib ini dari kesaksian Tuhan Yesus. Daya tarik dari perkataan yang berbicara tentang Tuhan Yesus atau jika saya dapat membacanya sebagaimana Paulus menuliskannya: Kebodohan dari pemberitaan Injil yang menyelamatkan mereka yang percaya.

Saya mengambil setiap orang yang memiliki kecerdasan yang ingin tahu akan hal itu. Kebodohan dari pemberitaan injil, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya. Semua cara dan metode di dunia, untuk menyelamatkan jiwa dan mempertobatkan umat manusia yang telah hilang, siapakah yang pernah berpikir bahwa kejeniusan dari hal itu dan kuasa dari hal itu dan meditasinya terletak di dalam pemberitaan firman?

Saya katakan kebanyakan orang akan mempertimbangkan dan memperhatikan hal itu. Paulus telah melakukannya. Paulus telah melakukannya. Di dalam pasal selanjutnya, setelah dia ditertawai dan dihina dan diejek di kota universitas Athena, dia pergi dengan patah semangat dan kecewa.

Dalam jalur yang dia buat, dia melewati Isthimus dan pergi ke kota Korintus, dia memiliki banyak pemikiran di dalam kepalanya tentang hal pemberitaan Injil Anak Allah. Dan dia menuliskan tentang hal itu.

Demikian pula, ketika aku datang kepadamu saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau denagn hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.

Yaitu bagaimana seseorang melayani Allah, yang merupakan seorang pelayan firman Allah, yang merupakan pesannya? Yaitu pelayanannya? Bahwa Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh karena kebodohan pemberitaan Injil.

Saya katakan, setiap pelayan yang mengandalkan materi kecerdasan akan saya pertimbangkan dan akan saya pikirkan. Sebagai contoh, bagaimana tentang psikiatri? Bagaimana tentang hal itu di dalam gereja?

Baiklah, saya dapat menunjukkan kepada anda tentang gereja-gereja yang terkenal di dunia. Anda mengenal mereka. Dan para pelayan mereka adalah para psikiatri. Bagaimana tentang hal itu? 

Bagaimana dengan pekerjaan sosial? Beberapa dari para pemimpin politik yang hebat di Amerika seperti Norman Thomas, sebagai contoh, mereka adalah para pelayan injil Kristus, mereka adalah para pengkhotbah.

Tetapi mereka tidak memberitakan injil. Mereka berada di dalam pekerjaan sosial. Perbaikan dari daerah kumuh dan orang-orang banyak yang tinggal di dalamnya, bagaimana dengan hal itu?

Bagaimana dengan semua hal ini yang kita bawa ke dalam jemaat? Bagaimana dengan hal-hal ini? Perjalanan harian. Tinjauan buku. Gambar yang hidup. Peristiwa-peristiwa utama. Sebuah teologi baru, bagaimana tentang hal itu?

Seorang sahabat dekat saya yang luar biasa menulis tentang sebuah gereja yang besar di dalam sebuah kota besar di Amerika. Dan surat-suratnya yang sering dikirim berisi seperti hal ini:

Saya tidak memahami gereja-gereja kami. Kami tidak memiliki orang-orang yang diselamatkan. Kami tidak memiliki pengunjung yang datang. Kami memiliki sebuah pertemuan kebangunan rohani dan tidak seorang pun yang mempedulikannya. Setiap orang melewatkannya. Saya tidak paham. Saya tidak mengerti akan hal itu.

Kemarin melalui pos, saya menerima sebuah brosur dari gereja. Itu adalah sebuah gereja Baptis. Salah satu gereja yang luar biasa besar. Dan berlokasi di tengah-tengah sebuah kota besar.

Dan saya merasa penasaran seperti anda,  saya ingin tahu jika brosur ini adalah iklan dari program gereja, saya ingin tahu akan isi brosur itu dan itu bukanlah sebuah alasan mengapa sahabat saya berkata kepada saya: Saya tidak dapat mengerti. Tidak seorang pun yang selamat. Dan orang-orang tidak datang. Dan kita tidak memiliki kuasa. Lihatlah isi brosur itu.

Minggu malam, film tentang kehidupan Jim Voss.

Minggu malam berikutnya, kesaksian dari anggota United States Champion Football Team.

Minggu malam berikutnya, dari direktur pemulihan masyarakat.

Minggu malam berikutnya, Hadiah, sebuah drama oleh Davidson Players.

Minggu malam berikutnya: Raja segala Raja, sebuah film oleh Cecil B. DeMille.

Minggu malam berikutnya: Sebuah konser kudus oleh paduan suara akademi. Dan menyebutkan universitasnya.

Kemudian saya mengambil Alkitab saya. Maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. Saya katakana, saya berharap bahwa setiap pelayan yang cerdas di dunia ini memiliki tinjauan akan hal itu.

Apa yang harus saya lakukan untuk melayani orang-orang dan untuk meraih hati mereka dan menyelamatkan jiwa mereka? Apa yang harus saya lakukan? Apa yang harus saya lakukan?

Bukankah itu merupakan sebuah mujijat, bukanlah itu merupakan sebuah keajaiban bahwa di dalam pemberitaan Injil Anak Allah akan ada hal tersembunyi di dalam pesan itu, bahwa ada kuasa Allah yang meraih hati dan mengubah jiwa? 

Manusia dibagi oleh banyak garis pembatas. Beberapa di antaranya orang-orang kaya. Beberapa di antaranya prang-orang miskin. Beberapa di antaranya orang-orang tua. Beberapa di antaranya orang-orang muda. Beberapa di antaranya orang-orang terpelajar. Beberapa di antaranya berkulit hitam. Beberapa di antaranya berkulit putih. Tetapi tidak ada pembagian di dalam kemampuan dan kuasa dari pemberita pesan Injil Anak Allah untuk diserukan.

Profesor universitas di Cambridge atau Hottentot di Afrika, prajurit muda di medan pertempuran atau ibu yang menarik di dalam rumah. Orang-orang gunung di dalam pondoknya atau  orang-orang sederhana di atas kuda poninya. Anak-anak kecil di taman kanak-kanak. Orang tua renta yang mendekati ajalnya.

Semuanya sama, ada sebuah mujijat yang unik, dan seruan yang ajaib di dalam kisah tentang Dia yang telah mati bagi kita sesuai dengan Kitab suci dan yang pada hari ketika bangkit kembali untuk pembenaran kita.

Saya tidak dapat menjelaskannya atau saya tidak dapat menghitung hal itu. Anda memiliki seorang pendeta yang berusia empat puluh tujuh tahun di sini yang telah berkhotbah kepada anda. Dan semenjak saya datang, saya telah mengkhotbahkan kisah yang sama dan injil yang sama selama sepuluh setengah tahun. 

Dan jemaat tetap berada di sini pada pagi hari ini. Dan mereka akan kembali nanti malam. Hari Tuhan selanjutnya, mereka kembali di sini dan hari Tuhan selanjutnya akan tetap kembali di sini. Pesan yang sama dan kisah yang sama, berbicara tentang injil Anak Allah. Saya tidak dapat menjelaskan hal itu. Saya tidak dapat menjelaskan hal itu.

Jika saya mendengarkan pelawak yang sama sepanjang waktu, atau kelompok pertunjukan yang sama, saya akan menjadi sama dengan orang-orang lainnya di dunia ini, setelah sesaat, anda akan bosan terhadap hal itu. Beberapa hal yang baru, beberapa cara yang baru, dan beberapa metode yang baru, dan beberapa pertunjukan yang baru.

Mengubah susunannya. Mengubah proporsinya. Mengubah pemikiran. Mengubah segala sesuatu. Kita sangat sakit dan bosan. Kita dipenuhi dengan perasaan bosan terhadap segala sesuatu. Kita menjadi jemu.

Akan tetapi, orang yang sama kembali ke sini hari demi hari, tahun demi tahun mendengarkan seseorang berkhotbah tentang kisah Anak Allah. Sebab Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil. Kristus kuasa Allah. Daya tarik Kristus.

Bagaimana meraih orang banyak? Setiap manusia yang dilahirkan? Untk sebuah jawaban, Yesus memberikan kuncinya: Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepadaKu.

Hal itu tetap benar, Sebab kesaksian Yesus adalah roh nubuatan. Daya tarik Kristus, kuasa Allah untuk menarik bagi diriNya sendiri kebodohan dari pemberitaan injil yang menyelamatkan mereka yang percaya.

Perkataan saya yang kedua: Dia adalah penjelmaan Kristus. Kristus adalah kuasa Allah untuk mengubah hati manusia. Dunia kita telah menerima dan mengenal banyak orang yang luar biasa. Negarawan besar yang mengubah pemerintahan dunia. Tetapi hati manusia terus berlanjut tanpa perubahan.

Ahli strategi militer yang luar biasa dan para pemimpin dan orang-orang yang cerdas yang memimpin pasukan mereka di dalam kemenangan dan kejayaan menelusuri dunia. Mengubah peta dunia. Tetapi hati manusia terus berlanjut dan tidak berubah.

Kita telah menerima dan mengenal banyak penyair yang terkemuka. Banyak filsafat, pengajar yang luar biasa dan mereka telah mencerahkan pikiran kita dan mempertinggi kepekaaan perasaan kita. Tetapi hati manusia terus berlanjut tanpa perubahan.

Tetapi entah bagaimana, di dalam mujijat Allah, di dalam kuasa Allah, entah bagaimana, setiap waktu, di mana saja, ketika seseorang bertemu dengan Tuhan, muka dengan muka, entah bagimana, tidak pernah lagi menjadi orang yang sama lagi.

Dia tidak dapat terus berlanjut tanpa perubahan. Sesuatu telah terjadi di dalam. Rasul Paulus bernafas dengan semangat untuk menangkap dan membunuh murid-murid Tuhan dan pergi ke Damsyik untuk memburu mereka, ketika akhirnya dia tiba di gerbang kota itu, dia dituntun oleh tangan orang lain, menjadi pribadi yang berubah dan sederhana.

Dia bertemu Yesus di jalan. Dan kita sama seperti itu. Pergi menelusuri jalan setapak yang kita pilih. Mengikuti ambisi yang egois. Memberikan hidup kita kepada mimpi yang menyenangkan diri kita sendiri.

Dan kemudian bertemu dengan Tuhan dan entah bagaimana, tidak pernah lagi menjadi orang yang sama.

 

Aku telah menyusuri jalan kehidupan

Dengan sebuah langkah yang ringan

Yang telah diikuti

Dimana kesenangan dan kebahagiaan memimpin

Hingga suatu hari

Dalam sebuah tempat yang hening

Aku bertemu Tuhan

Muka dengan muka

Dengan pancaran dan

Kemewahan serta kekayaan

Bagi tujuanku

Yang banyak dipikirkan hanya untuk tubuhku

Dan bukan untuk jiwaku

Aku telah masuk untuk menang

Dalam perlombaan hidup yang gila

Ketika aku bertemu Tuhan

Muka dengan muka

Aku telah membangun kastilku

Dan menempatkannya dengan tinggi

Hingga menembus

Birunya langit

Aku telah bersumpah terhadap aturan

Dalam perlombaan hidup yang gila

Ketika aku bertemu dengan Tuhan

Muka dengan muka

Aku bertemu denganNya dan mengenalNya

Dan sekilas melihatNya

Bahwa mataNya penuh dengan kedukaan

Yang tertuju kearahku

Aku terhuyung-huyung dan terjatuh

Di kakiNya pada hari itu

Sementara kastilku

Menghilang dan lenyap

Menghilang dan lenyap

Dan diatas tempat mereka

Tampak sia-sia olehku

Tetapi pada wajah Tuhan

Aku menangis dengan keras

Oh, buatlah aku bertemu

Untuk mengikuti jejak-jejak

Dari langkahMu yang terluka

Pikiranku dan doaku

Serta hidupku yang sekarang

Untuk jiwa-jiwa manusia

Aku telah terhilang

Untuk ditemukan kembali

Hingga suatu hari nanti

Dalam sebuah tempat yang hening

Aku bertemu Tuhan

Muka dengan muka

Kristus kuasa Allah, penjelmaan Kristus. Dia adalah Kristus yang menyelamatkan. Tetapi bagi mereka yang telah dipanggil, baik orang Yahudi dan orang Yunani, Kristus adalah kuasa Allah. Dia adalah Kristus yang menyelamatkan. Kebajikan yang berasal dari Kristus. Dia selalu berada dalam jalan itu.

Pada saat Dia hidup di dunia ini, Dia berada di jalan itu. Ada kuasa yang menyelamatkan di dalam Dia. Dikelilingi dan didesak oleh orang banyak dari berbagai sisi, seorang wanita yang sakit datang ke sampingNya.

Dan dengan lembut dan malu-malu dan rendah hati serta sungguh-sungguh, dia menjamah ujung jubah Tuhan. Sebab dia telah berkata dalam hatinya: jika saja aku dapat menyentuh ujung jubahNya, maka aku pasti sembuh.

Dan Tuhan berkata, “Siapa yang telah menyentuhKu?”

Dan Simon Peter yang selalu memiliki sebuah jawaban dan selalu siap untuk berbicara, Simon Petrus berkata: “Tuhan mereka mendesak engkau dari berbagai sisi dan engkau berkata, Siapa yang telah menyentuhKu?” 

Tetapi Yesus menjawab: Ya, tetapi ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.

Dan ketika dia tidak dapat bersembunyi, seorang perempuan yang telah mengalami sakit pendarahan selama dua belas tahun, tersungkur di kakiNya dan berkata, “Tuhan aku telah berkata di dalam hatiku, jika saja aku dapat menyentuh ujung jubahMu, maka aku pasti sembuh.”

Kebajikan keluar dariNya. Itulah Tuhan Yesus. Kuasa dari Allah, Kristus Allah. Dan Lihat seorang yang sakit kusta dan Yesus meletakkan tanganNya dan menyentuh dia. Dan orang yang sakit kusta itu segera saja ditahirkan.

Wanita dari jalanan, membasahi kaki Tuhan dengan air matanya, dan mengeringkan dengan rambut kepalanya, lalu Tuhan berkata: bangunlah, imanmu telah menyelamatkan engkau. Dosa-dosamu telah diampuni.

Pada masa ketika Dia diam di antara manusia, Kristus, kuasa dari Allah untuk menyelamatkan, menyembuhkan dan memulihkan.

Dan kisah it uterus berlangsung hingga tahun-tahun sesudahnya. Di dalam kitab Kisah Para Rasul, Filipus sangan diaken pergi ke Samaria dan memberitakan salib kepada mereka. Dan ada sukacita besar di kota itu. Seluruh kota itu belajar tentang Tuhan.

Dan Roh Kudus berkata, pergilah ke Gaza. Dan seorang sida-sida lewat dan Filipus memberitakan injil kepadanya. Dan dia pulang dengan sukacita. Di sekitar peradaban manusia Paulus pergi menginjil berbicara tentang perkataan Yesus.

Dan orang banyak bertobat kepada iman yang baru, dan Kristus yang baru dan Mesisas yang luar biasa, dan mereka diselamatkan, bertobat dengan luar biasa. Kristus, kuasa Allah.

Dan anda tidak dapat memeliharanya dari apa yang sedang terjadi. Anda tidak dapat. Sebagai contoh, seorang pengkhotbah yang tidak bernilai dan bodoh dan tidak tahu harus melakukan apa. Tetapi dia telah memberikan hidupnya kepada Allah untuk menjadi seorang pengkhotbah.  

Dia mengambil khotbah Charles G. Finey.  Pria itu tidak dapat membuat khotbahnya sendiri. Dia tidak cukup bijak atau cukup pintar untuk membuat khotbahnya sendiri.

Dia mengambil khotbah Charles Finey dan berdiri di sana di atas mimbar gerejanya dan membaca khotbah Finey secara harafiah.

Dan ketika dia berkhotbah di sana di atas mimbar dan membacakan khotbah Finney kepada jemaat, orang-orang menangis di hadapan Tuhan dalam pertobatan yang besar dan mulai menangis dengan keras. Dan apa yang harus kami lakukan supaya selamat.

Anda tidak dapat menghentikannya. Berikan kepada saya seseorang dari mana saja. Dia bisa saja seorang pria awam. Dia bisa saja seorang pengkhotbah. Dia bisa saja seorang wanita awam. Dia bisa siapa saja yang memiliki sebuah suara.

Sebuah catatan, sebuah radio, sebuah televisi, sebuah lembaran yang indah, segala sesuatu yang akan memberitakan pesan Kristus dan sepasti bahwa Allah hidup, seseorang akan mendengar perkataan itu. Seseorang akan bertobat dan seseorang akan diselamatkan.

Bukan setiap orang. Ketika Tuhan datang kembali, beberapa orang tetap terhilang. Tetapi beberapa orang akan selamat. Seseorang akan menemukan Kristus. Berkhotbah dengan sungguh-sungguh, meninggikan Dia dan seseorang akan bertobat.

Suatu kali mereka meminta saya untuk mengadakan kebaktian rohani ketika saya masih berada di sekolah. Mereka meminta saya untuk mengadakan sebuah kebaktian di luar. Saya berada di Indiana barat di bagian tiimur negara bagian.

Sebuah bagian dari negara bagian di mana hoosier berasal. Wilayah yang sangat-sangat keras. Bukit-bukit dan sungai-sungai dan lembah-lembah yang berada di sana.

Saya telah telah bertanya kepada orang-orang dari Indiana apakah mreka mengetahui tempat itu, orang yang dilahirkan, dan menyebar dan telah hidup di Indiana, mereka tidak memiliki ide di mana saya memberitakan Injil. Tempat itu sangat terpencil.

Di dalam sebuah gereja kecil, Gereja Union Flatrock Baptist dan saya mengkhotbahkan injil di gereja kecil itu di mana para petani berkumpul untuk mendengarkan firman.

Dan ketika saya berada di sana pada hari itu, memberitakan injil sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan saya, ketika saya berada di sana, datanglah seorang pemburu dari kota-kota Indiana.

Dan di sana, di daerah yang keras itu, dengan senjatanya, berburu di tempat perburuan, petani itu melihatnya dan menghampirinya dan memperkenalkan dirinya. Dan ketika mereka sedang bercakap-cakap, petani itu berkata: Tuan, kami mengadakan sebuah kebaktian kebangunan rohani di gereja kami yang kecil. Kami senang jika anada mau datang dan menghadiri kebaktian kebangunan rohani itu.

Orang itu membalas: Tuan, saya tidak memiliki pakaian yang pantas untuk pergi ke gereja. Hanya ini pakaian yang saya miliki. Hanya pakaian yang sudah lama.

Petani itu berkata: Tidak masalah. Hal itu tidak masalah. Di sini kami hanyalah para petani kecil. Kita tidak harus berpakaian bagus untuk pergi ke gereja, anda boleh datang dan kami menyambut anda.

Dan pemburu itu akhirnya menjawab, dia berkata: Sahabat, saya hanya ingin menyampaikan kebenaran pada anda. Saya tidak pernah pergi ke gereja, bahkan ketika saya di rumah. Saya tidak pernah pergi ke gereja.

Akhirnya, sore hari tiba. Dan tanpa diketahui semua orang dan setidaknya juga bagi saya, ketika pemburu itu duduk di depan perapian kemahnya, dia mengubah pikirannya dan memutuskan untuk menerima undangan petani itu untuk datang ke gereja.

Dan tanpa seorang pun yang mengetahuinya, dia tinggal di luar dan mendengarkan injil melalui sebuah kaca jendela. Tidak lama sesudahnya, beberapa minggu kemudian, di salah satu gereja terbesar di kota Indiana, datanglah seorang pengusaha muda menelusuri lorong bangku itu dan memberikan tangannnya kepada pendeta dan berkata bahwa dia sudah diselamatkan dan ingin bergabung dengan gereja itu.

Lalu, di bagian utara, mereka tidak menerima seseorang seperti kita di sini. Ketika seseorang maju ke depan dan ingin bergabung dengan gereja di gereja-gereja utara, dia harus muncul di depan diaken dan memberitahukan kepada mereka tentang kesaksian anugerah yang sudah dia terima. Kemudian diaken akan merekomendasikannya untuk dibaptiskan oleh gereja. 

Jadi pengusaha muda itu hadir di hadapan diaken dan mereka meminta kesaksian tentang pertobatannya. Bagaimana dia diselamatkan. Dan inilah kisahnya.

Dia berkata: Pada suatu hari, saya sedang berburu di bagian tenggara Indiana. Dan ketika saya berada di sana, seorang petani bertemu dengan saya di tempat saya berburu dan dia meminta saya untuk datang ke gereja.

Saya berkata tidak, saya tidak memiliki pakaian yang pantas untuk pergi.

Dia berkata, kami hanyalah petani sederhana. Datanglah.

Dan saya mengaku kepadanya, bahkan di rumah, saya tidak pernah pergi ke gereja.

Tetapi, kata pria itu, malam itu, di sekitar kemah saya, saya berubah pikiran, saya putuskan untuk pergi. Saya berdiri di luar gereja dan mendengar seorang muda berkhotbah melalui jendela. Saya tidak mengetahui namanya. Saya tidak mengenal siapakah Dia.

Tetapi pada malam itu, malam itu saya menyerahkan hati saya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan saya ingin dibaptiskan dan menjadi seorang anggota jemaat.

Pendeta kota itu memberitahukannya kepada pendeta wilayah dan pendeta wilayah memberitahukan kepada saya. Hal itu tidak pernah gagal. Firman Allah tidak pernah gagal. Di dalam sebuah jemaat yang saya gembalakan, datanglah seorang anak yang berusia dua belas tahun dan mengulurkan tangannya kepada saya.

Kisahnya terjadi seperti ini.

Ayahnya bukanlah seorang Kristen dan telah meninggal tanpa Kristus.

Ibunya adalah seorang Kristen yang saleh, datang kepada saya dan berkata: Pendeta, maukan anda berbicara kepada suami saya? 

Saya berkata: Ya, saya akan menemui suami anda.

Dan sang ibu mengetahui maksud kedatangan saya, dan sebagai seorang ibu, dia menyuruh anaknya supaya cepat tidur. Dan sesudah itu dia mengasingkan diri dan saya dapat berbicara dengan pria itu di dalam ruangan tamu dengan leluasa. Dia adalah seorang pria yang keras yang tidak mau menyerahkan hatinya kepada Kristus. Dan Saya ditinggalkan dalam kedaan putus asa dan sangat kecewa.

Kemudian, hari minggu berikutnya, anak laki-laki itu datang dan maju ke depan, memegang tangan saya dan berkata: Saya telah menyerahkan hati saya kepada Kristus. saya telah diselamatkan.

Dan saya berkata: Kapan nak?

Dan dia berkata: Kamis malam ketika anda datng ke rumah kami dan berbicara dengan ayah saya, dan anda pikir saya sudah tidur. Bahwa saya telah pergi ke  kamar saya dan tidur.

Dia berkata: Saya membiarkan pintu kamar saya terbuka dan ketika anda memberitahukan kepada ayah saya bagaimana diselamatkan, saya mendengarkannya untuk diri saya dan ayah saya tidak menyerahkan hatinya kepada Kristus, tetapi saya melakukannya.

Malam itu, kamis malam, saya berada di atas tempat tidur saya ketika anda memberitahukannya tentang Tuhan, dan saya menyerahkan hati saya kepada Tuhan Yesus. Hal itu tidak pernah gagal. Firman Tuhan tidak pernah gagal.

Kesaksian kita kadang-kadang mungkin sangat sederhana dan miskin. Mungkin kita berbicara gagap dalam penyampaiannya dan kita mungkin terpotong-potong dalam kalimatnya. Tetapi jika kita sungguh-sungguh dan penuh perhatian dalam menyampaikan injil Anak Allah, ada sebuah mujijat yang berasal dari atas. Dia adalah Kristus, kuasa Allah. 

Sebab Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh karena kebodohan pemberitaan Injil. Bagi orang Yahudi suatu batu sandungan. Bagi orang Yunani suatu kebodohan. Tetapi bagi kita yang telah dipanggil, itu adalah Kristus, kuasa Allah, hikmat Allah, kasih Allah, pengharapan kita di dalam Allah, jalan kita menuju kemuliaan dan rumah kita yang kekal.

Bagi anda yang telah mendengarkan ibadah ini melalui siaran radio, maukah anda memberikan hati anda kepada Kristus pada hari ini? Maukah anda melakukannya? Bagi anda yang sedang duduk di seberang sana, maukah anda menundukkan kepala anda dan menyerahkan hati anda kepada Kristus? Maukah anda melakukannya?

Bagi anda semua yang berada di ruangan ini, bagi anda yang berada di atas balkon, maukah anda melangkah melalui lorong bangku itu dan maju ke depan ke samping saya.

Pendeta, pada hari ini, saya sungguh-sungguh menyerahkan hati saya dan hidup saya kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan inilah saya.

Setiap orang dari anda, dari mana saja. “Pendeta, saya datang segera dan inilah saya.” Sebuah keluarga, bergabunglah ke dalam gereja ini. Seseorang yang mau datang dengan menyerahkan surat, mari datanglah. Bagaimana pun Allah telah menyampaikan firman dan membuat seruan, lakukanlah saat kita menyanyikan lagu undangan kita.

Buatlah sekarang. Jika Allah memanggil, Dia adalah Kristus, kuasa Allah, Tuhan kita yang menyelamatkan. Maukah anda datang? Saat kita berdiri dan saat kita menyanyi.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.