SEBAB SEGALA SESUATU ADALAH MILIKMU

(FOR ALL THINGS ARE YOURS)

 

Dr. W. A. Criswell

 

1 Korintus 3:21

29-05-55

 

Anda sedang mendengarkan ibadah dari Gereja First Baptist di pusat kota Dallas. Dan ini adalah pendeta yang sedang menyampaikan khotbah pagi yang berjudul: SEBAB SEGALA SESUATU ADALAH MILIKMU DAN KAMU ADALAH MILIK KRISTUS.

Di dalam seri khotbah kita melalui Alkitab, kita telah berada di dalam surat 1 Korintus pasal 3. Minggu yang lalu kita telah meninggalkan ayat 15. Sekarang khotbah kita akan diambil dari tiga ayat yang terakhir dari surat 1 Korintus pasal tiga:

Dan bacaannya adalah seperti ini. 1 Korintus 3:21, 22, 23: “Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.” 

Itu adalah teks kita. Anda tidak dapat memisahkannya. Jika anda melakukannya, maka anda melakukan kekerasan terhadap kebenaran dan wahyu Allah. Sebab segala sesuatu adalah milikmu. Dan kamu adalah milik Kristus. Dan kedua hal itu harus tetap bersama-sama. 

Segala sesuatu diperhitungkan sebagai milik kita ketika kita adalah milik Kristus. Tetapi kita tidak dapat memisahkan teks kita. Mereka melangkah dengan kokoh secara bersama-sama. Segala sesuatu adalah milik anda jika anda berada di dalam Kristus. Jika anda berada di dalam Kristus, segala sesuatu adalah milik anda.

Tetapi saya katakana, anda tidak dapat memisahkannya. Sebagai contoh, sebuah keluarga yang saya lihat pada suatu kali hidup di dalam kemiskinan dan kekurangan. Semua rintangan ekonomi mengelilingi keluarga dan rumah yang miskin itu. 

Kemudian pada suatu hari, secara tiba-tiba datang kekayaan dan kelimpahan dan kemakmuran. Dan hal itu seakan-akan seorang pembebas telah berkata kepada keluarga yang miskin itu: Seluruh dunia terbentang di hadapanmu. Lihatlah segala sesuatu adalah milikmu. 

Saya mengenal seorang pemuda yang tumbuh dalam sebuah keluarga puritan. Dilarang dari setiap sisi. Jangan begini. jangan begitu. Larangan dan resep obat mengelilingi pemuda itu setiap hari dalam hidupnya. 

Tekanan dari kode-kode dan pola-pola keluarga dan gereja menekan dia dari tiaap sisi. Kemudian pada suatu hari, dia menjadi dewasa dan dia mematahkan semua belenggu yang mengikatnya seakan-akan seorang pembebas yang hebat telah berkata kepadanya: Lihat, seluruh dunia terbentang dihadapanmu. Lihat segala sesuatu adalah milikmu.

Tetapi di sana ada sebuah tangkapan di dalamnya. Sangat tertekan secara ekonomi, yang tiba-tiba menjadi makmur, tiba ke dalam hidup yang sengsara dan buruk. Dan orang muda yang menemukan dirinya tiba-tiba terbebas di dalam ekspresi dirinya sendiri, di dalam kebebasannya membuat sebuah kehancuran dari hidupnya. 

hal-hal yang aneh, sifat alami manusia yang kompleks dari milik kita. Hanya sekali lagi, satu-satunya cara untuk mengekspresikan hal itu di dalam pernyataan yang saaling bertentangan seringkali anda temukan di dalam Alkitab, seperti perkatan ini: Dia yang akan menyelamatkan hidupnya akan kehilangannya. 

Jadi di dalam teks saya pada pagi hari ini: Dia yang akan bebas, terlebih dahulu menjadi seseorang yang terikat. Dia terlebih dahulu harus menjadi seorang hamba. Menjadi milik Kristus. Kemudian segala sesuatu adalah milik anda. Tetapi anda tidak dapat memisahkan teks itu.

Paulus di dalam Kitab Roma pasal delapan ayat dua berkata: Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.  Tidak ada lagi hukum, perintah-perintah, ritual-ritual, dan segala sesuaatu yang berkaitan dengannya, bebas. Sebab roh yang memberi hidup dalam Kristus telah memerdekaan saya. Kebebasan. 

Lalu dia memulai dalam kitab yang sama, yaitu Roma 1:1 dengan perkataan ini: Dari Paulus, seorang doulus Kristus Yesus. Paulus, seorang pelayan yang terikat, Paulus hamba dari Kristus Yesus.  

Hal itu sama seperti seorang ibu. Dia terikat oleh kabel-kabel dari besi dan baja kepada anak itu. Anak itu memanggil saat siang hari, dia berada di sana. Saat tengah malam, dia ada di sana. Dia adalah budak dari anak itu. Dia berada dalam perbudakan. 

Kemudian, pada suatu hari, anak itu meninggal dan dia bebas. Tidak ada lagi pelayanan pada saat subuh di pagi hari. Dia bebas. Tetapi ini adalah hal yang aneh. Wanita itu patah hati atas kebebasannya.

Dia kehilangan. Dia berduka atas rantai yang telah dipatahkan. Kembalikan kepadanya anaknya itu. Kembalikan kepadanya perbudakannya dan dia akan kembali menjadi dirinya. Dia akan menjadi bebas kembali.

Jadi saya katakan, hanya salah satu hal lainnya dari kontradiksi yang asing itu yang olehnya anda berusaha untuk menjelaskan kompleksitas dari hidup. Untuk menjadi bebas, anda harus menjadi hamba. Anda berada di dalam kemerdekaan, anda harus berada di dalam perbudakaan. Untuk memiliki dunia ini, terlebih dahulu anda harus menjadi milik Kristus.

Sekarang mari kita mulai. Sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah. 

Di sini Paulus adalah seorang akuntan publik yang terdaftar. Dan dia sedang menghitung kekayaan yang diperoleh oleh manusia Allah. Bagi manusia milik Kristus. Dan dia mendaftarkannya. Yang pertama dari semua, dia berkata, semua pengajar Kristen dan seluruh penafsir firman Allah, mereka semua adalah milik kita.  

Baik Paulus atau Apolos atau Kefas, mereka adalah milik kita. Di dalam surat 1 Korintus pasal satu ayat dua belas, di sana ada beberapa dari mereka yang berkata: “Aku adalah milik Paulus. Mereka adalah golongan Paulus. 

Dan yang lainnya berkata: Aku adalah milik Apolos. Mereka adalah golongan Apolos. Dan yang lainnya berkata: Aku adalah milik Kefas. Dan mereka adalah golongan Kefas.

Dan Paulus berkata: Kamu tidak menjadi milik siapa pun. Kecuali Kristus. kamu bukan milik Paulus. Kamu bukan milik Apolos. Kamu bukan milik Kefas. Mereka adalah milikmu. Seluruh pengajar adalah milikmu. Kamu adalah milik Kristus karena itu kamu dapat meletakkan sebuah penghormatan, setiap pengajar, setiap pengkhotbah, setiap penulis himne, setiap syair, setiap figur literatur di dalam negeri, semuanya adalah milikmu.   

Dan itu adalah sebuah hal yang luar biasa. Semua buku tafsiran yang saya miliki di dalam ruang belajar saya dan senua buku teologi yang berbaris di atas rak tempat saya belajar, mereka semua adalah milik saya di dalam Kristus.

Beberapa dari mereka adalah orang-orang Baptis. Sangat sedikit sekali. Kebanyakan dari mereka dari orang yang memiliki iman yang berbeda dan persekutuan yang lain. Hal itu tidak membuat suatu perbedaan. Mereka tetap milik saya.

Dan harta dari ketaatan mereka dan kemuliaan dari penafsiran mereka semua adalah milik saya. Ketika saya membaca semuanya, jiwa saya bertumbuh dan pikiran saya bertumbuh dan hati saya bertumbuh. Dan mereka semuanya adalah milik saya di dalam Kristus. Semuanya itu. 

Hal itu telah berada di dalam hikmat ilahi yang menjadi milik Tuhan ketika Dia menulis Perjanjian BaruNya, Dia berkata: Paulus, kamu tuliskanlah. Dan Kefas, kamu tuliskanlah. Dan Yohanes, kamu tuliskanlah. Dan Lukas, kamu tuliskanlah. 

Atau di dalam Perjanjian Lama, anda memiliki penulis bangsawan, pengkhotbah kota, yaitu Yesaya. Dia menulis. Dan kemudian, anda memiliki pengkhotbah pedesaan yang kata-katanya harum dari lapisan awan yang baru. Anda memiliki Amos. Dan dia menulis.

Yesaya menulis seperti seorang bangsawan. Amos menulis seperti pengkhotbah yang berasal dari desa. Dan semua harta mereka adalah milik kita di dalam Kritus Yesus. Semuanya adalah milik kita. Baik Paulus atau Apolos atau Kefas, mereka semua adalah milik kita di dalam Tuhan. 

Kemudian dia berkata: dan dunia ini adalah milik kita. Segala sesutua adalah milikmu. Baik Paulus atau Apolos atau Kefas atau dunia adalah milik kita. Seluruh dunia.

Anda tahu, di sana ada sebuah dunia yang buruk dan kotor. Dalam seminggu yang telah lewat, dua orang penjahit berkelahi di jalanan kota Dallas atau pelacuran, saling menikam satu sama lain, dan hampir binasa. 

Bukankah itu merupakan sebuah hal yang mengerikan? Ada sebuah dunia yang seperti itu. Penyembahan berhala, kebencian, kekotoran, pertumpahan darah, hitam dan gelap, dikuasai oleh penguasa kegelapan. Ada sebuah dunia seperti itu.

Tetapi itu bukanlah dunia Allah. Ada dunia yang lain. Sebuah dunia yang mulia. Dunia Allah. Dan semua berada di sekitar kita dan milik kita. Itu menjadi milik orang-orang yang mengasihi Allah. Fajar di pagi hari dan sunset di senja hari. 

Cakrawala yang megah di atas kita dan hamparan padang hijau di sekitar kita. Pegunungan dan padang rumput, pohon-pohon dan sungai-sungai, burung-burung dan bunga-bunga, musik yang megah, kasih dan persahabatan dan ketaatan. Semua itu adalah milik kita. Mereka menjadi milik kita di dalam Allah. 

Di atas mimbar, di mana sekarang saya berdiri, Ellis Fuller, presiden dari Seminari Selatan Louisville, Kentucky, pernah berkhotbah dan telah pergi ke dalam kemuliaan.

Dan dia telah menyampaikan sebuah kisah di sini. Dia berkata, dia berada di South Carolinian, berjalan menyusuri jalanan di South Carolina, dan dia bertemu dengan seorang wanita Negro. Wanita itu sedang memikul sesuatu.

Tetapi ketika saya bertanya kepada Ellis Fuller, apa yang dipikul oleh wanita Negro itu, dia berkata itu adalah cemara yang mereka gunakan untuk dibakar dalam api. Dan ada sebuah nama untuk cemara itu yang dia pikul di dalam sebuah karung goni. Dan dia memiliki sebuah nama untuk karuung goni uitu dan saya tidak mengingat apa namanya. 

Akan tetapi semuanya penuh warna. Wanita Negro itu sedang berjalan di jalan pedesaan di South Carolina sedang memikul sesuatu dan dia menggunakan perkataan: Memikul sebuah karung goni penuh dengan cemara.  

Dan dia berkata, wanita itu sedang bernyanyi dengan riang menyusuri jalan itu. Dan pengkhotbah itu berkata bahwa dia menghentikan wanita itu dan berbicara kepadanya serta bertanya: Mengapakan anda sangat gembira dan bernyanyi dengan sangat indah dan luar biasa dan anda tidak memiliki sesuatu di dunia ini? Anda sama sekali tidak memiliki apa-apa.

Dan wanita negro itu melihatnya dan berkata: Sama sekali tidak memiliki apa-apa.

Mengapa, kata wanita itu, seluruh dunia ini adalah milik saya. Seluruh ciptaan.

Dia berkata, semuanya adalah milikku. Dari horison ke horison, segala sesuatu yang anda lihat adalah milik saya. 

Dan dia menambahkan: Dan orang kulit putih membayar pajak atas hal itu. 

Saya dapat melihat wanita yang mulia itu. Segala sesuatu adalah miliknya. Miliknya untuk dilihat. Miliknya untuk dinikmati. Dan hal itu membawa puisi ini ke dalam pikiran saya. Cleon. Milik Cleon.

Cleon memiliki jutaan hektar

Tidak satu pun yang kumiliki

Cleon tinggal dalam sebuah istana,

Aku berada dalam sebuah gubuk;

Cleon memiliki selusin keberuntungan

Tak satu sen pun yang kupunya;

Akan tetapi yang paling miskin dari kami adalah

Cleon bukan aku.

Cleon, ya, memiliki banyak akre.

Tetapi pemandangan yang kumiliki

Semua daya tarik bagiku telah diberikan

Uang tidak dapat membelinya;

Cleon memiliki ketumpulan dan kelambanan.

Aku memiliki tenaga yang segar

Dia berada dalam beludru

Aku dalam kain yang lapuk

Aku adalah orang kaya.

Cleon adalah seorang budak terhadap kebesaran

Aku adalah orang bebas;

Cleon gentar kepada penyakit,

Aku memiliki kekuatan dan kesehatan;

Kekayaan mengintari,

Kepedulian telah diimpikan,

Cleon takut akan kematian;

Kematian mungkin datang,

Dia akan mendapatiku telah siap;

Aku adalah orang yang berbahagia.

Cleon tidak melihat kehangatan dalam alam;

Aku berada dalam bunga ester

Cleon tidak mendengar bunyi lagu kebangsaan

Di dalam laut dan langit.

Alam bernyanyi untukku selamanya,

Aku mendengar dengan penuh perhatian

Negara bagi negara,

Dengan seluruh pengunjung,

Siapa yang akan berubah?

Bukan aku.

Seluruh dunia ini adalah milikku.   

 

Dan aku tidak memiliki sebuah hal di dunia ini tetapi apa yang telah engkau berikan kepadaku. Semuanya adalah milikmu. Dunia dan kamu adalah milik Kristus.

Lalu, Paulus melanjutkan: Semuanya kamu punya baik itu Paulus atau Apolos atau Kefas atau dunia atau hidup. Hidup adalah milik kita di dalam Kristus. Hidup yang berkelimpahan. Kepenuhan hidup.

Tuhan Yesus pada suatu kali berkata: Barangsiapa minum air dari dunia ini, dari kehidupan ini, ia akan haus lagi. Bobby Burn menyampaikan hal itu seperti ini.   

Kesenangan sama seperti bunga tumbuh dan berkembang

Engkau memetik bunganya

Kembangnya akan layu kemudian

Atau seperti salju yang jatuh

Di atas sungai

Yang putih untuk sejenak

Lalu lenyap selamanya

Atau seperti lintasan cahaya borealis

Yang menghilang lenyap seketika

Menuju tempat mereka

Atau seperti pelangi

Dalam bentuk yang sangat indah

Yang menghilang di tengah-tengah badai

 

Barangsiapa minum air dari kehidupan ini, ia akan haus lagi. Tetapi Tuhan kita menambahkan: Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. 

Dan lagi: Sebab Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan memilikinya di dalam kelimpahan. Anda tidak memiliki permulaan hidup sebelum anda hidup di dalam Allah. 

Anda belum mulai melihat kemuliaan dari hidup itu yang sangat penuh dan sangat indah yang melimpah ke dalam hati anda dan jiwa anda hingga anda berjalan bersama dengan Juruselamat dalam jalan kemuliaan. 

Hidup adalah milik anda. Hidup yang mulia, hidup yang berkemenangan, hidup yang kekal, hidup yang tidak ada akhir, itu adalah milik anda di dalam Kristus. Segala sesuatu adalah milik anda. Baik itu Paulus atau Apolos atau Kefas atau dunia atau hidup, mereka adalah milik anda dan anda adalah milik Kristus. 

Kemudian, dia menambahkan: Dan kematian. Kematian adalah milik kita. Betapa meruapakan sebuah hal yang aneh. Ketika saya membaca Alkitab ini, kadang-kadang sukar bagi saya untuk mempercayai apa yang dilihat oleh mata saya. Segala sesuatu adalah milik anda. Baik Paulus atau Apolos atau Kefas atau dunia atau hidup atau kematian. 

Kematian, kematian. Kematian adalah milik kita. Bagaimanakah kematian dapat menjadi milik kita? Ke dalam mulutnya yang terbuka dan menganga apakah jemaat kita terburu-buru dan tercurah keluar, akan tetapi kita memiliki kematian? Dan bukan kematian yang memiliki kita.

Itulah yang disampaikan oleh Alkitab. Dan itulah teks yang saya baca. Segala sesuatu adalah adalah milikmu. Kematian. Kematian adalah milikmu.

Hal itu dapat seperti yang disampaikan Paulus: Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan? Hal itu dapat seperti yang disampaikan lagi oleh Paulus:  Saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, hakim yang adil, pada hariNya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatanganNya

Kematian, kematian adalah milik kita. Hal itu dapat seperti Stefanus ketika mereka merajam martir Kristen Allah yang pertama, dia mengangkat wajahnya dan melihat langit terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan kemuliaan. Mungkinkah kematian yang seperti itu, kematian sungguh-sungguh milik kita? Betapa merupakan sebuah kontradiksi bagi dunia ini.

Bertrand Russell suatu ketika menulis: Tidak ada api, tidak ada kepahlawanan, tidak ada keberlangsungan pikiran dan perasaan yang dapat disediakan bagi sebuah individu yang hidup dibalik kuburan. 

Dari sebuah puisi: 

Dunia akan bergulung berputar selamanya

Seperti sebuah gilingan

Yang akan menggiling habis kehidupan dan kematian

Kebaikan dan penyakit

Tanpa memiliki tujuan

Hati atau pikiran atau kehendak

Tidak, tidak ada gunanya seseorang berusaha keras

Seperti yang dia katakan

Hal itu akan menggilasnya beberapa

Dengan lambat selama bertahun-tahun bernafas dalam kepahitan

Kemudian menggilingnya kembali

Ke dalam kematian kekal.

 

Puisi lain yang setara ketika disampaikan dengan sinis:

 

Dari terlalu banyak kasih dari hidup

Dari pengharapan dan rasa takut yang dibebaskan

Kita bersyukur dengan nafas ucapan syukur

Apapun juga kemungkinan Allah itu

Tidak ada hidup yang hidup selamanya

Tidak akan pernah ada orang mati yang bangkit

Bahkan sungai yang paling membosankan

Berhembus ke suatu tempat ke dalam samudera.

 

Ah, ah, betapa merupakan sebuah pemandangan yang menyedihkan. Betapa merupakan sebuah filosofi yang penuh keputusasaan. Betapa merupakan sesuatu yang gelap dan memilukan. Sebuah kematian yang menyedihkan. 

Paulus berkata: Kematian adalah milik kita. Menjadi kepunyaan kita. Kita tidak menjadi miliknya. Segala sesuatu adalah milik anda. Kematian adalah milik anda.

Yohanes Chrystosomus, pengkhotbah yang bermulut emas di dalam masa awal dari Imperium Roma di dalam era kekristenan didakwa oleh penguasa Roma.

Dan ketika pengkhotbah itu berdiri di hadapan penguasa Roma, penguasa itu berkata kepadanya, “Aku akan membuang engkau dari rumahmu.”

Dan Yohanes Chrystosom menjawab, “Tuan seluruh dunia ini adalah rumah Bapaku, dan anda tidak dapat membuang aku dari rumah Bapaku.”

Dan sang penguasa berkata, “Aku akan memisahkan engkau dari seluruh hartamu.”

Dan Yohanes Chrystosom menjawab, “Tetapi hartaku ada di dalam sorga.”  

Dan penguasa itu berkata, “Aku akan mengasingkan engkau dari semua sahabat-sahabatmu.”

Dan Yohanes Chrystosom menjawab, Sahabat saya adalah Yesus dan Dia tidak pernah mengecewakan.”

Dan sang penguasa berkata, “Jika demikian, aku akan membunuhmu. Aku akan mengambil hidupmu.”

Dan Yohanes Chrystosom menjawab, “Tetapi hidupku tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”

Ah, jiwaku. Pria Kristen itu. Di dalam bacaan saya minggu ini, di dalam pembacaan saya minggu ini,  saya melintasi salah satu reformator Skotlandia beberapa tahun yang lampau. Namanya adalah Andrew Melville.  Dan Earl of Wharton mendakwa dia. 

Dan Wharton berkata: Jika kamu tidak berhenti berkhotbah, jika kamu tidak menghentikan perkataanmu, aku akan menggantungmu dan membiarkan kamu membusuk. 

Dan Melville mentertawai dia. Dia tertawa dan tertawa serta berkata: Tuan. 

Dia berkata: Tuan membuat kurir anda menjadi gemuk dengan kata-kata itu.

Dia berkata: Tidak masalah bagi saya apakah membusuk di udara atau saya membusuk di dalam tanah. Anda tidak dapat menggantung kebenaran Allah.

Saya membayangkan tentang Richar Baxter. Dia berkotbah dengan semangat belas kasihan. Dia bekerja dengan tak habis-habisnya dan tidak bimbang dan begitu semangat di antara orang-orang yang menjadi jemaatnya.

Dia memberikan seluruh hidupnya kepada pelayanan firman Allah, sehingga ketika dia sakit, orang-orang begitu terkejut bahwa orang yang begitu kudus dan saleh dapat menderita sedemikian rupa.

Ketika anggota jemaatnya datang untuk melihat dia, yang begitu sakit dan menderita, dia berkata kepada jemaatnya: Jangan berpikir tentang keburukan agama karena saya. Karena kamu melihat saya menderita.

Dan salah satu orang yang setia dari gereja datang untuk menemui dia pada hari kematiannya. Pengkhotbah yang hebat itu, dan gembala Baxter berkata: Aku tahu bahwa aku berada dalam kesakitan yang hebat dan saya tidak dapat berdebat tentang perasaan ini. Tetapi aku memiliki kedamaian di dalam hatiku.

Dan dalam waktu yang singakt itu, sahabat yang penuh kasih itu bertanya kepadanya: Gembala, bagaimana keadaan anda? 

Dan pengkhotbah itu membalas: Tuan, saya hampir membaik. 

Dan dia meninggal di dalam Yesus.

Anda tahu, saya membayangkan hal itu. Dan tentang orang buta ketika mereka semakin dekat ke ujung jalan, mereka hampir dapat melihat. Di sebelah sana ada dua mata. Saya membayangkan tentang orang-orang lumpuh. Tadi malam, saya memimpin sebuah pernikahan di gereja ini. Di ruangan kelas Truett, dia berada di atas sebuah kursi roda. Saya bertanya kepada pengantin pria, saya berkata, “Siapakah orang muda itu?”

Dan pemuda itu dengan penuh perasaan sambil berusaha menahan air matanya. Dia berkata, “Tuan, dia adalah sahabat karib saya.”

Dia berkata, “Bulan Juli yang lalu, kami masih bermain bola basket bersama-sama.”

Dia berkata, “Kami pergi bersama-sama ke mana saja. Dan dia kuat seperti saya. Dan dia mengidap polio, yang membuat dia lumpuh.” 

Tetapi dia berkata, “Saya tidak akan mengadakan pernikahan saya ini tanpa dia, dan saya berharap anda tidak keberatan, bukankah begitu pendeta? Karena orang yang berada di sini harus mengambil kursi rodanya dan menempatkan dia di atas podium yang kecil.”

Lumpuh secara keseluruhan. Seluruh organ dalam tubuhnya. Saya meletakkan cincin di atas jarinya. Dia bahkan tidak dapat menggerakkan jarinya. Dan tiba saatnya untuk tukar cincin, saya mengambilnya dari atas kursi rodanya dan memberikannya kepada pengantin pria untuk diberikaan kepada pengantin wanitanya. 

Dan ketika saya melihat pemuda itu, saya membayangkan tentang kemuliaan. Kematian adalah milik kita. Itu adalah kemenangan kita. Ketika kita memperolehnya kembali, oh, karena Setan dan hidup ini telah merampok kita. Dia akan menjadi kuat kembali di dalam kemuliaaan.

Orang lumpuh akan berjalan kembali. Orang buta akan melihat kembali. Orang tuli akan mendengar kembali. Orang tua akan menjadi muda lagi dan kita akan hidup kembali. Kematian adalah milik kita di dalam Kristus Yesus.

Kemudian Paulus membawa seseorang untuk melihat kesekeliling. Segala sesuatu adalah milikmu, baik Paulus atau Apolos atau Kefas atau dunia atau hidup atau kematian dan hal-hal lain juga yang tidak dipikirkan olehnya. 

Segala sesuatu. Semuanya adalah milik kita. Dan kemudian dia hanya menambahkan semuanya. Segala sesuatu dari yang sekarang ini dan segala sesuatu pada masa yang akan datang, mereka adalah milik kita. Semuanya adalah milik kita.

Seolah-olah dia mungkin telah melewatkan sesuatu. Seakan-akan dia mungkin tidak memiliki pemikiran dari sesuatu. Lalu, dia hanya membuat sebuah kesimpulan besar di sini dan dia berkata: Segala sesuatu adalah milikmu. 

Baik hal-hal yang sekarang ini atau hal-hal yang akan datang; mereka adalah milikmu di dalam Kristus. Semuanya kepunyaanmu. Hal-hal yang sekarang ini, mereka adalah milikmu. Hari, itu adalah milikmu. Mari kita bersukacita di dalamnya dan berbahagia. Ini adalah hari yang telah dijadikan Allah.

Siang hari adalah milik kita. Dan sore hari adalah milik kita. Dan tengah malam adalah milik kita. Dan bintang-bintang adalah milik kita. Dan cakrawala adalah milik kita. Dan fajar adalah milik kita. Dan segala sesuatu yang kita lihat, itu adalah milik kita.

Jemaat ini adalah milik kita. Ibadah ini adalah milik kita. Paduan suara yang mulia ini adalah milik kita. Injil ini adalah milik kita. Kitab ini adalah milik kita. Segala yang ada sekarang adalah milik kita. Mereka adalah milik kita. Dan  hal-hal yang akan datang. Mereka adalah milik kita. 

Hari kebangkitan, itu adalah milik kita. Dan pengangkatan jemaat, itu adalah milik kita. Dan kedatangan Tuhan yang mulia, itu adalah milik kita. Dan kerajaan millennium, itu adalah milik kita. Dan kota yang indah adalah milik kita.

Jalanan emas, mereka adalah milik kita. Tembok yaspis adalah milik kita. Semua persekutuan dan orang-orang kudus dan hal-hal sorgawi, hal-hal yang sekarang dinikmati oleh malaikat, mereka adalah milik kita. Semuanya adalah milik kita.

Sebab segala sesuatu adalah milikmu: baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah. 

Jadi, betapa merupakan sebuah iman yang luar biasa. Betapa merupakan sebuah iman, sebuah persekutuan, sebuah sukacita ilahi. Berjalan dalam jalan kemuliaan di dalam cara Yesus. Dari dunia ini kepada dunia kemuliaan yang akan datang. 

Sekarang, ketika kita menyanyikan lagu kita, seseorang dari anda, serahkanlah hati anda kepada Tuhan. Telusurilah lorong itu dan maju ke depan serta berdiri di samping saya. 

Bagi anda yang sedang mendengarkan ibadah ini melalui radio, hari ini, jika anda ingin menyerahkan hati anda kepada Tuhan. Tundukkanlah kepala anda di mana pun anda berada dan katakana: Tuhan, dari sejak sekarang ini, jiwaku, hidupku, semua yang kumiliki, aku serahkan kepadaMu. 

Bagi anda yang menyaksikan ibadah ini melalui televisi, yang sedang mendengarkan program ini, apakah anda sudah memiliki Yesus sebagai Juruselamat anda? Apakah Dia adalah pengharapan anda di dalam hidup ini. Di dalam kematian? Di dalam dunia yang akan datang? Apakah mereka adalah milik anda? Hidup dan kematian dan hal-hal yang akan datang?

Setiap orang dari anda, percayalah kepada Tuhan, letakkanlah hidup anda di dalam tanganNya. Terimalah Dia pada hari ini. Itu berarti hidup yang sekarang dan hidup yang kekal. Ketika kita menyanyikan lagu ini, di dalam auditorium ini, seseorang dari anda, mari datanglah.

“Pendeta, saya datang, hari ini, saya mempercayai Yesus sebagai Juruselamat saya.” Atau, “Pendeta, ini keluarga saya, kami datang ke dalam persekutuan jemaat.” Seseorang dari anda, atau sebuah keluarga, ketika kita menyanyikan ini, anda boleh datang dan berdiri, saat kita menyanyikan lagu undangan kita.

 

Alih bahasa: Wisma Pandia, Th.M.